Senin, 16 November 2020

Cinta Yang Mendingin

Cinta bukan tentang bertahan seberapa lama. Tetapi seberapa jelas dan ke arah mana. (Emha Ainun Nadjib)


        Ketika kita baru mulai menjalin relasi dengan seseorang, biasanya cinta seperti nyala api yang tak terpadamkan. Bahkan hangatnya api cinta sanggup menghangatkan dua hati yang berjauhan. Tapi sering permasalahan cinta mulai terasa kuat ketika lamanya sebuah hubungan. Jika cinta tak mempunyai tujuan yang jelas dengan komitmen yang kokoh, maka cinta yang hangat itu pada akhirnya mendingin dan bisa berakhir dengan retakan yang tak tersatukan lagi.


        Alkitab berkata: "Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya..."(Kidung Agung 8:7a). Karena itu agar cinta tak mendingin, perjelaslah arah cinta itu. Cinta itu harus punya dasar yang kokoh dengan komitmen yang teguh. Dan semua itu hanya mungkin jika Yesus Kristus menjadi tujuan dan dasarnya. Selamat membangun cinta, jangan sampai ia mendingin!.


Soli Deo Gloria

by. I.Y.K




Rabu, 11 November 2020

Melayani Lebih Sungguh

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)


        Capek? Harus keluar uang? Kadang merasa tidak dihargai? Waktu menjadi berkurang? Atau bahkan diminta memerankan peran yang tidak disukai? Kalau mau jujur beberapa hal ini mungkin sedang kita alami saat ini, ketika sedang melayani Tuhan. Tapi bagaimana jika pertanyaan ini kita balik. Bagaimana jika Tuhan merasa capek memberi kita nafas hidup? Bagaimana kalau Tuhan tidak memberkati usaha kita? Bagaimana jika Allah tidak datang menebus dosa kita, oleh karena Ia tidak mau memerankan peran sebagai manusia? Bukankah jika pertanyaan ini yang ditanyakan, maka kita tidak ada apa-apanya, dan malahan hidup kita tidak berarti?


        Hai anak muda, hidup hanya singkat. Walaupun kamu ganteng, cantik, kaya, kuat, terkenal, pada akhirnya juga yang kamu tinggalkan hanya batu nisan bertuliskan identitas dan tanggal kematian. Karena itu berikan hidupmu untuk melayani Tuhan dengan lebih sungguh. Persembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus bagi Tuhan. Selamat melayani dan tetap semangat.


Soli Deo Gloria

by. IYK

Minggu, 01 November 2020

Kepemimpinan Kristen

"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat  pada pinggang-Nya itu" (Yohanes 13:4-5)

 

I.       APA ITU PEMIMPIN KRISTEN?

    Dalam pandangan kristen pemimpin adalah seseorang yang dipilih Tuhan menjadi penatalayan Allah yang baik dan bertanggungjawab. Penatalayan artinya kita dipercayakan oleh Tuhan untuk mengatur dan mengelola semua sumber daya ada untuk kemuliaan Tuhan.

 

II.     HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

1.  Memiliki kerendahan hati untuk melayani sesama (Yohanes 13:4a)

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya… (Yohanes 13:4a)”. Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana seharusnya kita menjadi seorang pemimpin. Yesus merendahkan dirinya dengan menanggalkan jubah-Nya. Kata ”JUBAH” dalam ayat 4a ini adalah bentuk jamak (lebih dari satu), menunjukan bahwa Yesus melepaskan pakaian bagian luar-Nya. Hal ini ditekankan oleh Yohanes sebagai gambaran tentang sebuah kerendahan hati yang ditunjukan Yesus kepada para murid. Sekaligus juga ini contoh agar para murid melakukan hal yang sama.


2.   Memiliki Inisiatif dengan tidak berfokus pada kedudukan/jabatan (Yohanes 13:4b-5)

Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi… (Yohanes 13:4b-5a)”. Yesus dalam ayat ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi semua pemimpin Kristen agar memiliki Insiatif. Inisiatif disini berarti seorang pemimpin harus mau untuk memulai. Jadi seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah dan kemudian lepas tangan, tetapi dia harus terlebih dahulu memberikan teladan dan contoh yang benar itu seperti apa.

 

3.   Memiliki tekad menyelesaikan apa yang telah dimulai dan dipercayakan kepadanya (Yohanes 13:5b). “… dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu” (Yohanes 13:5b) . Banyak orang bisa memulai namun sedikit bisa menyelesaikannya. Yesus pada bagian akhir ini, memberikan teladan kepada kita, bahwa apa yang kita mulai harus diselesaikan sampai akhir dengan baik. Yesus bukan hanya mencuci kaki para murid, tetapi Dia juga sampai menyekanya dengan kain. Ini menunjukan bahwa dalam mengerjakan sesuatu haruslah diselesaikan sampai tuntas.

 

Pada poin ke-3 ini saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang pelari Marathon yang bernama John Akwari (seorang pelari marathon asal Tanzania).

 

Pada tahun 1968 diadakan sebuah olimpiade mexico. Perlombaan dimulai pagi hari, dan ketika menjelang sore para pelari sudah mulai mencapai garis finish. Setelah itu diumumkanlah juara dan pemberian medali kepada yang berhasil meraih juara. Beberapa jam kemudian ketika hari sudah mulai malam dan banyak penoton telah meninggalkan stadion. Tiba-tiba muncul seorang pelari yang berlari tertatih-tatih dengan kaki yang dibalut perban diiringi oleh beberapa petugas. Tetapi John akwari tetap berlari untuk menyelesaikan lomba, akhinya dia bisa mencapai garus finish. Beberapa awak media yang melihat kejadian itu kemudian bertanya kenapa John Akwari “Kamu tahu bahwa beberapa jam yang lalu, lomba marathon telah ditutup secara resmi dan hampir semua orang telah meninggalkan stadion perlombaan, tapi kenapa anda tidak berhenti saja, karena bukankah pada akhirnya anda tidak juara? “John akwari kemudian menjawab dengan berkata: “Negara saya tidak mengirim saya hanya untuk memulai lomba, tapi mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan.” Meskipun john akwari tidak mendapatkan juara, tapi karena komitmennya ini, akhirnya pada tahun 1983 dia dianugerahi Medali Pahlawan Nasional oleh pemerintah Tanzania. Dan menjadi inspirasi dalam dunia lari marathon, sehingga banyak di undang dalam acara-acara besar untuk memberikan motivasi.

 

III.    KESIMPULAN

        Yesus Kristus telah memberikan teladan kepada kita bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Pertanyaanya? Maukah kita meneladani apa yang Yesus lakukan? Siapkah kita untuk mengerjakan apa yang dia akan percayakan kepada kita? Siapkah Kamu dipilih menjadi pemimpin muda kristen? Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

Kejatuhan Manusia Dalam Dosa & Rencana Keselamatan Allah (Bacaan Kejadian 3:1-15)

I.       KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA (KEJ. 3:1-13)

 

A.     Penyebab kejatuhan manusia dalam dosa (ayat 1-8)

1.     Kompromi dengan dosa (ayat 1-5)

                   Dalam (ayat 1) kita melihat bahwa Iblis yang menyerupai ular membuka komunikasi awal dengan manusia. Ular itu pun berkata: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Band.  Kej. 2:16) Apa yang disampaikan oleh ular adalah sebuah kebohongan dan pemutar balikan kebenaran. Dan kesalahannya adalah ketika pertanyaan ular itu kemudian ditanggapi, padahal mereka sudah tahu bahwa ular tersebut telah memutarbalikan kebenaran. Pada (ayat 2-3) Perempuan pun yang pertama menanggapi pertanyaan itu dengan menjawab: Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. (Band. Kej. 2:17) Ketika mereka mulai kompromi dengan dosa atau ketidak benaran, mereka pun akhirnya terpengaruh dengan hal itu. Kompromi dengan dosa, membuat dosa mulai merusak kebenaran-kebenaran yang Allah nyatakan. Akhirnya mereka pun menambahkan kebenaran Allah dengan kebenaran mereka sendiri. Perempuan itu menambahkan bagian yang Allah sendiri tidak katakan. Pada (ayat 4) ular kembali memutar balikan kebenaran yang disampaikan Allah dengan mengatakan: Sekali-kali kamu tidak akan mati. Allah mengatakan mereka pasti mati, tapi kembali lagi kebenaran itu di putar balikan. (Band. Kej. 2:17) Dalam (ayat 5) Iblis memberikan rayuan/bujukan bahwa jika mereka (ciptaan) akan memakan buah tersebut, mereka akan jadi seperti Allah (pencipta). Hal yang paling menakutkan kita bisa lihat pada ayat ini, ketika ciptaan mau sama seperti penciptanya. Ini persis sama seperti kejatuhan pertama malaikat dari dosa, yang kemudian menjadikan dia Iblis-musuh Allah (Lih. Yes. 14:12-14). Dan selanjutnya apa yang terjadi?

 

2.     Diperdaya oleh Iblis (ayat 6)

             Dalam ayat ini kita pun melihat bahwa, akibat kompromi dengan dosa, adam dan hawa pun akhirnya diperdaya oleh iblis. Mereka kemudian memakan buah yang dilarang Allah. Melalui ayat ini juga kita bisa tahu, mengapa sering kali dosa kita sekarang dikaitkan dengan dosa adam. Bukankah yang memakan duluan adalah hawa (perempuan itu)? Kok Alkitab malah mencatatkan karena dosa Adam, maka kita semua juga ikut mewarisi dosa itu (Roma 5:12 -21)? Jawabannya karena yang pertama mendengar dan menerima firman Allah adalah adam (Kej. 2). Jadi perintah Allah disampaikan kepada Adam, agar Adam yang adalah kepala keluarga membina, mengarahkan, dan menyampaikan kebenaran Allah kepada keluarganya. Namun faktanya Adam kompromi dengan hal itu dan ia membiarkan hawa istrinya, bahkan Adam mendukung apa yang dilakukan Istrinya itu, dengan menerima dan memakan buah tersebut.      

 

B.     Konsekuensi/Akibat Dosa (7-14)

 

1.  Manusia mendapati dirinya telanjang atau kehilangan kemuliaan Allah (Ayat 7; Roma 3:23). Ketika mereka memakan buah tersebut. Mereka bukannya jadi Allah, malahan mereka mendapati diri mereka telanjang. Mereka yang sebelumnya penuh kemuliaan Allah, kini telah kehilangan kemuliaan Allah

2. Manusia terpisah dari Allah (Ayat 8; Roma 6:23a). Akibat dari dosa adalah keterpisahan dengan Allah. Sudah ada jarak yang memisahkan manusia dengan Allah. Ini yang sering disebut kematian secara rohani, yakni terpisah dengan Allah untuk selama-lamanya.

3.  Komunikasi Manusia dengan Allah menjadi tidak nyambung dan relasi antar sesama menjadi rusak (ayat 9-13)

 

II.     RENCANA KESELAMATAN ALLAH (KEJ. 3:14-15)

A. Hukuman kepada ular/iblis (ayat 14)

B. Keselamatan Allah melalui keturunan perempuan (Nubuatan tentang kedatangan Mesias – Yesus Kristus) ayat 15. Pada (ayat 15) inilah kita dapat melihat pertama kali nubuatan tentang kedatangan juruselamat kedalam dunia. Allah mengatakan bahwa Keturunan ular akan bermusuhan dengan keturunan dari perempuan. Ini berbicara tentang Penderitaan yang akan dialami Yesus kristus dan kemenangan-Nya atas maut. Nubuat tentang tumit dari keturunan perempuan akan diremukan, berbicara tentang Penderitaan dan kematian Yesus dalam karya penebusan dosa. Lalu apakah hal ini menjadi kemenangan bagi ular karena berhasil meremukan tumit Yesus atau berhasil membuat Yesus menderita dan terbunuh? Justru tidak. Yesus kemudian bangkit dari kematian. Ini menjawab nubuatan bahwa keturunan dari perempuan akan meremukan kepada ular. Artinya Yesus akan mengalahkan maut dan Iblis. Jadi kita dapat dipulihkan hubungan, relasi, dan kehidupan kita dengan Allah, jika percaya kepada Yesus.  

 

III.    KESIMPULAN

            harus sadar bahwa kita adalah manusia berdosa. Dosa memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan. Dimana dosa menjadi pemisah antara kita dengan Allah. Dosa juga merusak relasi kita dengan sesama. Karena dosa kita sedang dibayang-bayangi dengan katakutan akan penghakiman Allah yaitu maut (Roma 6;23a). Kita sedang berada dalam jalan yang menuju kepada kebinasaan. Namun karena kasih Allah yang besar maka Allah merancangkan sebuah rencana keselamatan yang digenapi-Nya dalam diri Yesus Kristus. Alkitab berkata: (Yohanes 5:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Alkitab juga berkata: (1 Yohanes 5:11-13) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Pertanyaanya: Apakah kamu telah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus? Apakah Yesus ada dalam hatimu? Jika kamu sudah benar-benar percaya dan Yesus ada dalam hatimu, maukah kamu hidup berkenan kepada-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya dengan tidak lagi diperhamba dosa?

Rabu, 19 Agustus 2020

Pergi Tapi Kembalilah !

“Ketika seseorang ingin pergi maninggalkanmu, jangan tahan dia, biarkan dia pergi. Jika Tuhan menetapkan dia untukmu, yang pergi pun akan kembali” (I.Y.K).

 

    Seberapa seringkah kamu ditinggal orang yang kamu kasihi dalam hidupmu? Bagaimana perasaan kamu jika sebenarnya dalam kebimbangan kamu mengharapkan dia pergi tapi berharap juga dia kembali? Bagaimana jika ada seorang sahabat yang sangat mengenal kamu, baik kelebihan dan kelemahanmu tapi kemudian dia memilih meninggalkanmu, agar supaya kamu bisa memilih jalan yang terbaik? benarkah jalan itu yang terbaik? Jangan ada penyesalan jika semuanya terlambat dan semakin gelap. Gelap karena tidak ada secercah cahaya menerangi relasi yang telah hilang tersebut.

 

    Rasanya tembok egoisme selalu mendominasi setiap perjalanan berelasi dengan sesama. Saya pernah diusir dari rumah oleh mama karena melakukan hal yang menurut mereka tidak baik yakni membantah dan berkata kasar kepada mama. Saya tahu bahwa mama sebenarnya tidak menginginkan saya pergi, tapi dia membiarkan saya pergi untuk sementara waktu. Selama satu minggu saya pergi ke tempat penginapan. Setelah seminggu berlalu, ayah tiba-tiba datang menjemput saya. Sepanjang perjalanan beliau tidak berkata apa-apa. Karena memang ayah tidak pernah mencampuri masalah ketika mama mendidik kami di rumah. Sesampainya di rumah, apakah kalian bisa membayangkan apa yang terjadi? Mungkinkah saya akan dimarahi lagi? Atau mungkin saya diminta untuk pergi? Tidak. Mama ternyata memasak ikan enak untuk saya makan. Ketika saya sampai, mama menawari saya untuk makan. Dia pun berkata “mama sebenarnya tidak mau kamu pergi, seharusnya kamu mengerti bahwa ketika mama bilang kamu pergi, sebenarnya yang mama kehendaki yakni kamu jangan pergi dan menyadari kesalahan kamu”. Sambil makan, mata saya berlinang air mata yang entah secara tiba-tiba jatuh begitu deras. Mama menutup pembicaraan dengan mengatakan, makan yang kenyang dan jangan pergi lagi !

 

Pergi menjauh tidak menyelesaikan masalah, karena hanya mereka yang bertahan yang pada akhirnya akan menjadi pemenang. Tapi jika pun ingin pergi, jangan lupa untuk kembali. Setidaknya jika kembalimu tidak mengubah keadaan, kamu dapat berkata: saya telah bahagia dengan pilihanku, aku harap kamu pun demikian. Tuhan mengasihimu, aku pun demikian.


by. I.Y.K

Senin, 10 Agustus 2020

Demi Mengenal dan Memperoleh KRISTUS

 “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:7-8).


        Bagian ayat yang kita baca saat ini adalah pernyataan atau kesaksian Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi tentang keyakinannya dalam Kristus. Namun sebelum itu kita terlebih dulu melihat siapakah Paulus.

 

FAKTA-FAKTA TENTANG PAULUS

  • Paulus yang dahulunya dikenal sebagai Saulus lahir dan besar di Tarsus tepatnya di sebuah kota di daerah Kilikia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani (Kis. 21:39)
  • Paulus berlatar belakang pendidikan yang tinggi dan diajar langsung oleh Gamaliel seorang Rabi (Guru besar/pakar hukum taurat) atau pemimpin Yahudi (Kis. 22:3).
  • Paulus Berasal dari keluarga Yahudi Asli yakni dari suku benyamin (Filipi 3:5)
  • Paulus secara materi terlahir dari keluarga yang kaya dan mendapatkan fasilitas dari status kelahirannya tersebut (Kis. 22:28)
  • Paulus dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh di kalangan Yahudi yang sekaligus juga penganiaya orang Kristen (Kisah 9, 22, dan 26).

    Kesimpulannya Paulus memiliki segala sesuatu yang dicari manusia di dunia. STATUS SOSIAL, TERKENAL, PENDIDIKAN, HARTA, TAHTA, dan lain sebagainya. Intinya Paulus yang dulu, memiliki segalanya. Tapi dalam ayat yang kita baca saat ini, Paulus memberikan sebuah pernyataan yang mengejutkan dan tentunya mengherankan bagi kita. Paulus Berkata: “apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi. Demi Kristus dia relah meninggalkan semuanya dan menganggap semua pencapainya di dunia hanyalah sampah. Mengapa dia sampai mengatakan dan melakukan semua itu? Karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.”


        Kebenaran ini bukan hanya dilakukan oleh Rasul Paulus tetapi juga dipegang teguh dan dilakukan oleh Rasul-rasul dan orang-orang percaya dari gereja segala zaman. Sejarah gereja mencacat, banyak orang percaya relah dianiaya, kehilangan harta, bahkan kehilangan nyawa demi Kristus.   


Dalam bukunya yang berjudul “Follow Me” David Platt menceritakan beberapa perjumpaannya dengan banyak orang Kristen di beberapa Negara. Orang-orang tersebut memberikan kesaksian tentang bagaimana pengorbanan mereka dalam mengikut Kristus. Salah satu kesaksian yang dia bagikan adalah perbincangannya dengan seorang bapak dari salah satu Negara yang sangat membenci kekristenan. Bapak tersebut berkata: David, anda begitu beruntung berada di sebuah Negara yang dapat mendukung kebebasan anda beriman dan beribadah kepada Yesus. Tapi sayangnya dengan kebebasan tersebut, banyak orang relah meninggalkan imannya kepada Kristus demi harta, tahta, cinta, dan nama. Padahal disini, demi iman itu kami relah kehilangan semuanya.


    Lantas bagaimana dengan kita, anak-anak muda penerus gereja? Apakah kita seperti Paulus dan banyak orang Kristen lainnya yang karena Kristus relah berkorban, meninggalkan banyak hal agar mengenal Kristus, relah menderita, dan bahkan relah kehilangan nyawa demi mempertahankan iman kepada Kristus? Ataukan kita malah memilih meninggalkan Yesus, hanya karena harta, tahta, cinta dan sebuah nama? Renungkanlah! AMIN

 

Soli Deo Gloria 

 

Selasa, 21 Juli 2020

Pengalaman Organisasi

        

2018 - Sekarang | Founder sekaligus Ketua Umum Bible Reading Community (BRC)


2020 - Sekarang | Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Kab. Bolaang Mongondow


2020 - Sekarang | Founder komunitas sahabat Literasi (KSL)


2017 | Alumni PPAK-Bandung Angkatan 29


2015 - 2017 | Sekfung Pendidikan Kader BPC GMKI Tondano


2015 - 2016 | Ketua Kerukunan Mahasiswa Kristen “Totabuan” di Tondano


2015 - 2016 | Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi GEMAK Universitas Negeri Manado


2016 | Generasi Baru Indonesia (GenBI), dari Bank Indonesia wilayah Sulawesi Utara


2013 – 2016 | Pengurus Kerukunan Mahasiswa Kristen “Totabuan” di Tondano


2014 – 2015 | Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado


2014 - 2015 | Ketua Divisi Bidang Penelitian dan Pengembangan Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Manado 


2013 – 2014 | Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Manado

Riwayat Pendidikan


SD | SDN 2 Dumoga, Lulus Tahun 2007 

SLTP | SMPN 3 Dumoga, Lulus Tahun 2010 

SLTA |  SMKN 1 Mopuya, Jurusan Akuntansi, Program Keahlian Akuntansi Keuangan, Lulus tahun 2013. 

S1 - Pendidikan Ekonomi (S.Pd) | Universitas Negeri Manado, Fakultas Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Konsentrasi Akuntansi, Lulus Tahun 2017 dengan Predikat Pujian (Cum Laude)

S1 - Manajemen (S.M) | Universitas Terbuka, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen

S2 - Magister Theologi (M.Th)  | STT Biblika Jakarta

5 Pokok Calvinisme | TULIP (Kajian BUAS)

Sejarah singkat Agustinus, John Calvin, dan pertentangan Calvinisme vs Arminianisme | Total Depravity (Kebejatan Total) | Download

Unconditional Election (Pemilihan Tanpa Syarat) | Download

Limited Atonement (Penebusan Terbatas) | Download

Irresistible Grace (Kasih Karunia Yang Tidak bisa ditolak) | Download

Perseverance Of The Saints (Ketekunan Orang Kudus) | Download


Senin, 06 Juli 2020

BUCIN ?

“Seseorang yang terus mau diperbudak atau memperbudak dirinya pada cinta manusia, tidak akan perna merasakan cinta yang sejati” (IYK).

 

    Perkembangan zaman, sering diikuti juga dengan perkembangan istilah dan singkatan dalam bahasa yang digunakan orang-orang pada zaman tersebut. Bahkan dalam rentang beberapa tahun saja, muncul singkatan-singkatan baru yang kemudian menjadi populer di tengah masyarakat. Salah satu singkatan yang muncul dan sangat pupuler saat ini yakni BUCIN atau Budak Cinta. Singkatan ini merujuk pada laki-laki atau perempuan yang begitu tergila-gila akan cinta pasangangnya. Karena tergila-gila dengan cinta, orang tersebut bahkan relah melakukan apa saja demi orang yang dia cintai. Seseorang yang menjadikan dirinya budak cinta merupakan orang yang memperhambakan dirinya pada hawa nafsu seksualitas. Cinta (Eros) menjadi dominan dan menguasai orang-orang seperti ini. Alkitab berkata “Mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?” (Kidung Agung 8:4).

 

    Yesus Kristus telah memerdekakan kita dari dosa, sehingga kita tidak boleh hidup dalam perbudakan nafsu atau keiinginan daging. Firman Tuhan berkata: “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Roma 6:18). Karena kita telah dimerdekakan dari dosa, maka hidup kita pun harus ditaklukan pada kebenaran. Oleh karena itu firman Tuhan berkata: “Kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan” (Roma 6:19). Dengan demikian hidup  kita tidak lagi dijadikan ”Bucin” manusia tetapi hamba Allah. Pertanyaannya, apakah kita mau terus jadi “Bucin” atau bertobat dan menjadi Hamba Kebenaran?

 

Soli Deo Gloria

by. I.Y.K

 


Minggu, 05 Juli 2020

Mungkinkah Dia Orangnya?

Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima” (Ivan Panin – Matematikawan Rusia, 1855-1942)

 

    Semua orang bisa berbicara tentang cinta, tapi hanya sedikit orang yang memahaminya. Karena dalamnya esensi cinta, tak cukup dipahami dengan logika tapi dibutuhkan hati yang peka dan kebenaran yang membawa damai sejahtera. Dengan adanya kriteria sesuai dengan prinsip yang benar, maka mempertanyakan tentang cinta akan membawa kita pada pergumulan hati yang berserah pada sang pencipta, tapi juga perjuangan yang dilandasi oleh kasih yang mesra dan kudus.

 

    Kadang kala kita bertanya: mungkinkah dia orangnya? sebuah pertanyaan klasik dan sederhana, namun pertanyaan ini menggelisahkan banyak orang yang terlalu kuatir dengan pasangan hidupnya. Bagi saya lama atau tidaknya sebuah hubungan tidak menjamin akan hidup bersama. Karena kadang kala Tuhan mengijinkan seseorang untuk “belajar hidup” dengan orang lain, sebelum kemudian dipertemukan dengan sih dia – “orang terakhir yang berkomitmen sehidup semati “di dunia” dengan Anda”.

 

    Siapapun dia orangnya, tetap jadikan masa penantian Anda sebagai masa untuk hidup benar, kudus, setia, jujur, taat, dan produktif. “Karena cinta kuat seperti maut, maka jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya”. Bersabarlah! waktu Tuhan pasti yang terbaik dan terindah.


Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

Sabtu, 04 Juli 2020

Dalam Keheningan

Menyendiri bukanlah tanda kegalauan atau kehampaan, tetapi sebuah bentuk refleksi dari pengharapan dan kepedulian (IYK)

Hari ini adalah hari kedua masa isolasi mandiri. Masih tersisa 12 hari lagi kedepan dalam pengasingan dan kesendirian. Kesendirian dalam keheningan tidak membuat raga ini menjerit. Karena dalam keheningan, justru saya merasakan kehangatan dan kepedulian. Bagi saya, salah satu bentuk nyata dari kepedulian di tengah pandemi, yakni menyendiri dalam keheningan kemudian berefleksi dan berdoa.

Meski raga ini merindu, namun jiwa pun tetap teduh. Jiwa kemudian berkata: "hai raga, tahanlah sebentar untuk sebuah pelukan dan kehangatan. Belajarlah untuk menghangatkan diri dalam keheningan bersama pelukan BAPA. Karena esensi dari hidup bukan terletak pada sentuhan tetapi, seberapa rasa itu tetap ada meski tak bersama. Stay safe.

Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

Jumat, 03 Juli 2020

Go Home

Sejauh apapun kita pergi, rumah adalah tujuan akhir untuk kembali (I.Y.K)

Setelah pengabdian panjang selama 2,5 tahun, akhirnya perjumpaan bersama keluarga akan segera terjadi. Sukacitanya sampai merasuk kedalaman hati sanubari. Jiwaku pun ingin berkata: "hai hati, lelah dan rindumu akan segera terobati. Tenanglah sejenak untuk menanti pelukan hangat dari orang yang kau kasihi. Kini pertemuan itu segera terjadi."

Pengkhotbah berkata: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya" (Pengkhotbah 3:1). Mengenang perpisahan yang sudah terjadi pasti akan memunculkan hati yang rindu, gelisah, dan bahkan mungkin menyakitkan. Tapi ketika tiba waktu pertemuan, semua perasaan itu tergantikan dengan sukacita yang sangat besar. Waktu Tuhan adalah yang terbaik dan terindah. Terbaik dan terindah bagi mereka yang telah belajar untuk bersabar, berharap, dan setia.

Akhir dari cerita ini: Aku telah kembali ! Aku pun meyakini ada cerita baru yang Tuhan telah siapkan untuk ku tulis dengan buku dan pena yang baru. God is good all the time.

Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K

Jumat, 12 Juni 2020

Banyak Memberi Tapi Semakin "Kaya"

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya…” (Amsal 11:24a) 

 

    Kaya tidak selalu berkaitan dengan harta dan kekayaan. Kaya dalam hal ini lebih kepada memperoleh hikmat atau kebijaksanaan, nama baik, dan kasih orang terhadap kita. Orang yang berhikmat atau bijaksana tidak memusingkan diri dengan hal-hal yang semu seperti harta dan kekayaan. Salomo ketika meminta sesuatu kepada Allah, ia meminta hikmat untuk menimbang segala perkara (inilah pengertian dan kebijaksaan salomo). Harta dan kekayaan bisa dicuri orang, atau bahkan lenyap karena bencana. Hikmat atau kebijaksaan tidak akan pernah bisa diambil orang. Hikmat dan kebijaksanaan, dapat membantu banyak orang. Ini adalah sebuah pemberian yang sangat bernilai. 


    Raja Salomo juga menuliskan sebuah amsal lain yang menegaskan bahwa nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar dan dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Ketika harta dan kekayaan bukan menjadi hal utama di dalam hidup, maka memberikan harta dan kekayaan kita kepada orang lain bukanlah masalah besar. Orang yang banyak memberi adalah mereka yang hidup ber-kelimpahan. Orang yang banyak memberi adalah mereka yang selalu akan bersyukur. Inilah kekayaan yang terus bertambah bagi orang yang banyak mem-beri, yaitu: nama baik dan kasih orang terhadapnya. Berilah apa yang ada padamu jangan menunggu ketika banyak harta. 


Soli Deo Gloria

by. I.Y.K

Selasa, 09 Juni 2020

Berkat Dari Sepenggal Kalimat

Kata sahabatku dalam sakitnya: “Tetap semangat melayani dan jangan pernah menyerah ya...” (Nelce Kaunde).

 

    Sekilas kata-kata yang membentuk satu kalimat ini terlihat sederhana dan mungkin juga banyak orang pernah mengatakannya. Tapi bagi saya sepenggal kalimat ini menjadi sangat bermakna, oleh karena saya dengar langsung dari seorang sahabat yang sedang dalam kondisi kritis karena sebuah penyakit ganas di tubuhnya. Beberapa hari sebelum sahabat kami Nelce meninggal dunia, dia membisikan kata-kata ini kepada saya: “Tetap semangat melayani dan jangan pernah menyerah ya karu”. Kata-kata ini menjadi penyemangat dalam setiap pelayanan yang saya jalani, bahkan efek kata-kata itu terus bergema dalam hati dan ingatan saya sampai saat ini.

 

    Firman Tuhan berkata: “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang” (Kolose 4:6). Menurut penelitian seorang perempuan bisa berbicara 20 ribu kata per hari sedangkan laki-laki 7 ribu kata per hari. Namun dari banyaknya kata-kata yang manusia ucapkan setiap hari, ada satu pertanyaan yang dapat kita renungkan: seberapa banyakkah kata-kata yang kita keluarkan, kemudian menjadi berkat dan pembaru bagi hidup seseorang?

 

    Sebuah kata-kata yang telah terucap tak mungkin bisa ditarik kembali, entah itu kata-kata baik atau pun buruk. Memang kita bisa melakukan klarifikasi, namun hal itu tidak bisa langsung menghilangkan efek dari sebuah kata-kata yang telah masuk dalam hati. Oleh karena itu, gunakan setiap kesempatan untuk menggunakan setiap kata yang dapat menjadi berkat yang mungkin bisa mengubah hidup seseorang. Kita bisa memulainya dengan kata-kata sederhana: Tuhan Yesus mengasihimu dan Ia punya rencana yang indah dalam hidupmu.

 

Soli Deo Gloria

by. I.Y.K


Minggu, 22 Maret 2020

Hikmat Dalam Menghadapi Virus Covid-19


Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" (Lukas 4:9-12).

          Saat ini dunia sedang dilanda wabah virus covid-19 atau virus corona yang sangat mematikan. Menurut data per 22 Maret 2020, ada 159 Negara/kawasan yang dilanda virus ini. Secara global sekitar 244.525 orang positif terjangkit virus covid-19, 86.032 orang dinyatakan sembuh, dan yang meninggal dunia sudah 10.031 orang. Di Indonesia sendiri terkonfirmasi sudah ada 514 orang positif terjangkit, 29 orang sembuh, sedangkan yang meninggal dunia ada 48 orang[i]. Menurut Gugus tugas penanganan virus covid-19, jumlah kasus di Indonesia akan terus meningkat jika orang-orang tidak mendengarkan instruksi yang disampaikan oleh pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan perintah agar dapat beraktivitas di rumah saja selama beberapa minggu kedepan. Hal ini untuk mencegah penularan virus corona. Akan tetapi sampai sejauh ini masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dari pemerintah. Pertanyaannya, mengapa masih banyak masyarakat yang tidak menghiraukan peringatan dari pemerintah untuk bekerja, beribadah, dan beraktivitas di rumah selama beberapa minggu ini? ternyata banyak di antara masyarakat, masih saja melawan karena mereka katanya meyakini Tuhan tidak akan menimpahkan wabah tersebut kepada orang “beriman”. Jadi, mengapa kami harus beribadah di rumah? bukankah dengan beribadah di rumah tandanya kita kurang percaya dan lebih takut dengan penyakit dari pada kepada Tuhan (kata beberapa pemuka agama). 

          Dalam Injil lukas 4:1-13, Yesus dicobai iblis sebanyak 3 kali. Salah satu hal yang dilakukan iblis untuk mencobai Yesus adalah menyuruh Yesus menjatuhkan diri-Nya ke bawah bumbungan bait Suci. Jika dilihat dari ukuran bait suci, kira-kira tinggi bait suci adalah 27 meter (60 hasta). Jika Yesus menjatuhkan diri-Nya ke bawah, Yesus yang memiliki natur manusia (bisa merasakan sakit dan lain sebagainya) pasti akan mengalami luka yang sangat parah. Untuk mencobai Yesus, apa yang dilakukan iblis sangatlah licik dengan mengutip firman Tuhan (Mazmur 91:11-12) “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.” Topik ini semakin menarik karena Yesus memberikan respon dengan penuh hikmat. Yesus tidak “sok” menunjukan kehebatan-Nya, dengan berkata “Baiklah Aku akan menunjukan kehebatan-Ku dengan cara memanggil para malaikat-Ku untuk membuat-Ku terbang”. Dalam Alkitab Yesus justru berkata “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu (Lukas 4:12)”. Pertanyaan-Nya, apakah Yesus takut untuk menjatuhkan diri-Nya kebawah padahal ada jaminan Allah Bapa untuk melindungi-Nya? Ataukah Yesus kurang hebat, sehingga jika Yesus jatuh Ia tidak akan selamat dan meninggal dunia?  

          Dengan tidak menjatuhkan diri-Nya kebawah, Yesus justru menunjukan hikmat dan ketaatan-Nya kepada Allah Bapa. Dalam hal ini Yesus telah menunjukan bagaimana seharusnya kita menunjukan iman kita ketika menghadapi sebuah pencobaan atau masalah. Karena saat ini banyak orang “yang sok rohani” mau menyatakan imannya dengan cara bodoh. Mereka tidak mentaati anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah, dengan dalil mereka berkata: “kami adalah orang percaya, tidak mungkin Tuhan membiarkan kami terkena virus corona”. Mereka kemudian tetap mengadakan kebaktian masal, KKR, dan segala bentuk perkumpulan, untuk menunjukan bahwa mereka tidak takut dengan penyakit selain kepada Tuhan. Terbukti sikap seperti ini adalah sebuah kebodohan yang mengakibatkan kematian masal di Negara Italia dan juga Korea Selatan (Korsel). Contohnya kasus virus corona di Korsel, terbanyak karena disebabkan oleh penularan dari jemaat sebuah aliran Gereja Shincheonji Yesus di Daegu. Ketika pemerintah Korsel telah mengeluarkan larangan melakukan perkumpulan masal, mereka tidak mendengarkan anjuran tersebut dan tetap mengadakan sebuah perkumpulan masal. Pada akhirnya pemimpin dari aliran tersebut meminta maaf kepada pemerintah dan seluruh rakyat Korsel, kerena telah menjadi penyumbang terbesar orang yang terkena virus corona.[ii]

          Benar bahwa kita harus lebih takut kepada Tuhan dari pada virus covid-19 dan segala bentuk penyakit lainnya. Akan tetapi, Tuhan memberikan hikmat kepada kita untuk menyatakan iman kita dengan cara yang benar. Kita tidak perlu menunjukan iman kita dengan cara-cara yang bodoh dan di luar akal sehat. Oleh karena itu marilah kita mentaati pemerintah yang telah berusaha semaksimal mungkin mengatasi penyebaran virus ini. Alkitab berkata: “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya” (Roma 13:1-2). Kiranya kita dapat menggunakan hikmat dalam menghadapi wabah ini, sambil terus mengevalusi diri seberapa banyak waktu yang telah kita buang karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, pendidikan, sehingga tidak ada waktu untuk bersekutu bersama keluarga dan secara pribadi dengan Tuhan. 

Soli Deo Gloria.

Minggu, 23 Februari 2020

GIVE THANKS

“Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya”.
 (Mazmur 86:12)

              Banyak dari kita berdoa kepada Tuhan agar Ia memberkati kita dalam segala hal. Kita berdoa supaya Tuhan memberkati pekerjaan, pasangan hidup, keluarga, pendidikan, dan pelayanan kita. Sayangnya ketika Tuhan telah memberkati, tidak banyak orang yang mengingat doanya telah dijawab, sehingga lupa mengucap syukur. Seperti kisah 10 orang kusta yang memohon kesembuhan dari Yesus, ketika mereka disembuhkan, hanya satu orang saja yang kembali untuk berterima kasih kepada Yesus. Sebagai orang percaya, kita seharusnya tidak bersikap demikian. Kita percaya bahwa hidup ini adalah anugerah Tuhan. Apapun yang kita nikmati saat ini, itu semua karena kemurahan Tuhan. Oleh karena itu, kita senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan.

              Dalam doanya Raja Daud berkata: “Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya” (Mazmur 86:12). Raja Daud menyakini bahwa ketenangan batin, perlindungan, dan jawaban dari setiap persoalannya hanya berasal dari Allah. Oleh karena itu ia mengucap syukur kepada Allah dengan segenap hatinya dan memuliakan nama-Nya sampai selama-lamanya. Rasul Paulus juga dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, mengatakan: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu” (Filipi 1:3). Menurut Paulus bahkan ketika masih bisa mengingat orang yang dia kasihi, ia pun mengucap syukur atasnya. Bagaimana denganmu? Bukankah kamu telah menerima begitu banyak kebaikan Tuhan? Masih keraskah hatimu untuk mengucap syukur kepada Tuhan ?

Don Moen - Give Thank

Give thanks with a grateful heart
Give thanks to the Holy One
Give thanks because He's given Jesus Christ, His Son

Reff:
And now let the weak say, "I am strong"
Let the poor say, "I am rich
Because of what the Lord has done for us"
Give thanks

Ya Tuhan, ketika kami masih bernafas itu kerena anugerah-Mu. Ketika kami masih bisa makan, minum, berpakaian, dan memiliki tempat tinggal, itu juga karena anugerah-Mu. Semua karena anugerah-Mu. Jadi, tidak mungkin kami bisa hidup tanpa anugerah-Mu. Oleh karena itu ya Tuhan, biarlah mulut kami memuji Engkau. Hati kami mengucap syukur atas kebaikan-Mu. Haleluya !


Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

Kamis, 13 Februari 2020

Kasih Seorang Sahabat

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24).

              Manusia disebut juga makhluk sosial, oleh karena manusia membutuhkan orang lain untuk bisa hidup. Dalam kitab Kejadian 1 dan 2, kita melihat Allah menciptakan manusia tidak seorang diri saja. Allah menciptakan manusia dengan seorang penolong di sampingnya. Hal ini menunjukan bahwa manusia di desain Allah untuk membangun sebuah persekutuan/komunitas dengan sesamanya. Dalam persekutuan dengan sesama, kita akan dipertemukan dengan seseorang yang memiliki hubungan erat dengan kita. Orang tersebut biasanya kita sebut sahabat karib. Sahabat adalah dia yang memiliki ikatan kasih dengan kita. Bukan hanya itu, seorang sahabat akan mampu menyatakan keadilan lewat teguran, peringatan, dan nasehat yang membangun untuk kebaikan kita. Jadi mereka yang hanya ada ketika kita berbahagia, tetapi tidak mau menegur kita ketika berbuat dosa, dia bukanlah seorang sahabat.

Saya memiliki seorang sahabat yang bahkan lebih dekat daripada saudara saya sendiri. Kami memiliki beberapa kisah perjalanan hidup di masa kecil yang lucu dan unik. Saya teringat suatu kejadian ketika kami berdua ingin berkeliling beberapa kampung dengan menggunakan sepeda mini. Waktu itu kami berdua menggunakan sepeda mini dengan mengenakan helem standar sepeda motor. Banyak orang yang melihat hal itu kemudian tertawa. Saya juga teringat suatu kejadian ketika dulu kami berdua hampir di tembak oleh orang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi ketika kami pulang dari menjaga durian diwaktu malam. Ketika dalam perjalanan pulang, kami merasa sedang diikuti oleh mobil dari belakang. Ketika kami sampai di tempat sunyi, tiba-tiba mobil itu mau mencegat kami dan seseorang mengeluarkan pistol yang ditutupi kain. Secara cepat sahabat saya melihat senjata tersebut, dan motor yang kami gunakan langsung di larikan dengan sangat cepat. Bersyukur karena kami bisa selamat dari bahaya maut tersebut. Namun, sampai saat ini kejadian itu menjadi ingatan yang tidak bisa saya lupakan. Meskipun sekarang jarak telah memisahkan kami, namun ikatan kasih sebagai seorang sahabat membuat kami masih terus saling menolong, menasehati, dan menguatkan sampai saat ini.

Apakah Anda memiliki seorang sahabat karib dalam hidupmu? jika ya bersyukurlah atas hal tersebut. Terlepas dari semua sahabat kita di dunia ini, ada satu sahabat sejati yang tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Ia adalah Yesus Kristus. Yesus berkata: Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh. 15:15). Bahkan Yesus relah mati untuk Anda dan saya (sahabat-sahabat-Nya). Oleh karena itu tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih Yesus. Pertanyaannya, sudakah Yesus menjadi sahabatmu?


Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K