“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:7-8).
Bagian ayat yang kita baca saat ini adalah pernyataan atau kesaksian Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi tentang keyakinannya dalam Kristus. Namun sebelum itu kita terlebih dulu melihat siapakah Paulus.
FAKTA-FAKTA TENTANG PAULUS
- Paulus yang dahulunya dikenal sebagai Saulus lahir dan besar di Tarsus tepatnya di sebuah kota di daerah Kilikia, sebuah pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan Yunani (Kis. 21:39)
- Paulus berlatar belakang pendidikan yang tinggi dan diajar langsung oleh Gamaliel seorang Rabi (Guru besar/pakar hukum taurat) atau pemimpin Yahudi (Kis. 22:3).
- Paulus Berasal dari keluarga Yahudi Asli yakni dari suku benyamin (Filipi 3:5)
- Paulus secara materi terlahir dari keluarga yang kaya dan mendapatkan fasilitas dari status kelahirannya tersebut (Kis. 22:28)
- Paulus dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh di kalangan Yahudi yang sekaligus juga penganiaya orang Kristen (Kisah 9, 22, dan 26).
Kesimpulannya Paulus memiliki segala sesuatu yang dicari manusia di dunia. STATUS SOSIAL, TERKENAL, PENDIDIKAN, HARTA, TAHTA, dan lain sebagainya. Intinya Paulus yang dulu, memiliki segalanya. Tapi dalam ayat yang kita baca saat ini, Paulus memberikan sebuah pernyataan yang mengejutkan dan tentunya mengherankan bagi kita. Paulus Berkata: “apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi. Demi Kristus dia relah meninggalkan semuanya dan menganggap semua pencapainya di dunia hanyalah sampah. Mengapa dia sampai mengatakan dan melakukan semua itu? Karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.”
Kebenaran ini bukan
hanya dilakukan oleh Rasul Paulus tetapi juga dipegang teguh dan dilakukan oleh
Rasul-rasul dan orang-orang percaya dari gereja segala zaman. Sejarah gereja mencacat, banyak orang percaya relah dianiaya,
kehilangan harta, bahkan kehilangan nyawa demi Kristus.
Dalam bukunya yang berjudul “Follow Me” David Platt menceritakan beberapa perjumpaannya dengan banyak orang Kristen di beberapa Negara. Orang-orang tersebut memberikan kesaksian tentang bagaimana pengorbanan mereka dalam mengikut Kristus. Salah satu kesaksian yang dia bagikan adalah perbincangannya dengan seorang bapak dari salah satu Negara yang sangat membenci kekristenan. Bapak tersebut berkata: David, anda begitu beruntung berada di sebuah Negara yang dapat mendukung kebebasan anda beriman dan beribadah kepada Yesus. Tapi sayangnya dengan kebebasan tersebut, banyak orang relah meninggalkan imannya kepada Kristus demi harta, tahta, cinta, dan nama. Padahal disini, demi iman itu kami relah kehilangan semuanya.
Lantas bagaimana dengan kita, anak-anak muda penerus gereja? Apakah kita seperti Paulus dan banyak orang Kristen lainnya yang karena Kristus relah berkorban, meninggalkan banyak hal agar mengenal Kristus, relah menderita, dan bahkan relah kehilangan nyawa demi mempertahankan iman kepada Kristus? Ataukan kita malah memilih meninggalkan Yesus, hanya karena harta, tahta, cinta dan sebuah nama? Renungkanlah! AMIN
Soli Deo Gloria


0 komentar:
Dí lo que piensas...