Selasa, 30 Juli 2019

DIA atau dia ?


Sebagai seorang pemuda kristen kita dinasehati untuk mencari pasangan yang sepadan. Karena Allah menciptakan penolong bagi manusia yang sepedan dengannya. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:18)." Oleh karena itu Alkitab juga mengatakan “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 Korintus 6:14). Pasangan yang sepadan memiliki iman yang sama kepada Kristus. Kristus adalah dasar dari hubungan yang mereka jalani. Mengapa hal memilih pasangan merupakan hal yang sangat penting? karena pasangan kita bisa memberi dampak pada pilihan-pilihan pribadi kita, termasuk pertumbuhan iman kita dalam Kristus.

Jika pasangan kita tidak memiliki iman kepada Yesus Kristus dan bertumbuh didalam-Nya, maka hubungan kita hanya akan dicondongkan kepada pasangan kita. Dia (pasangan kita) akan menjadi tolak ukur kebahagiaan kita. Perlakuan pasangan kita akan sangat mendominasi perasaan kita. Disinilah terbentuk status quo dalam kehidupan kita. Sering kali kita harus memilih, mengutamakan DIA (Allah) atau dia (pasangan kita). Lebih parah lagi jika pasangan kita membuat hidup kita semakin menjauh daripada Kristus dan kebenaran-Nya. Bijaksanalah dalam memilih !

Soli Deo Gloria.


Jumat, 26 Juli 2019

Ratapan Anak Rantau


Jiwaku terbuka untuk-Mu Tuhan. Meskipun saya harus mengalami banyak ujian dan pencobaan selama pelayanan ini, Engkau tak pernah meninggalkan dan membiarkanku. Penderitaan merupakan santapan harianku ditempat pelayanan. Tapi sukacita dan damai sejahtera seperti mata air yang terus mengalir tak henti-hentinya dalam diriku. Benar ya Tuhan, Engkau adalah air hidup itu. Ketika jiwaku meraung-raung kehausan, Engkau memberikan kelegaan dengan air segar-Mu. Oh Tuhan, berapa lama lagi, berapa lama masa hidupku? Apakah saya bisa menikmati hidup lebih lama lagi? “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)”.

Cinta-Mu memenuhi hatiku. Tak ada yang bisa membendung tubuh dan jiwaku mengespresikan cinta itu. Kesakitan, kekecewaan, dan penolakan pun tidak bisa menghentikannya. Dengan apakah kan kubalas segala kebaikan-Mu? ku ingin menyembah-Mu, memasyurkan kuasa-Mu. Ini kerinduanku Tuhan, berdiam diri dan merasakan dekapan pelukan-Mu. Biarpun bersukacita orang-orang yang tak mengenal kasih-Mu, pada akhirnya juga penyesalan kekal akan mereka terima.

Dalam kekurangan ada kelebihan yaitu kasih dan pengharapan. Dalam penyesalan dan pertobatan, Engkau memberikan anugerah dan janji sebuah kehidupan abadi. Jika hari ini jalannya penuh kerikil tajam, debuhnya seperti bauh kehinaan menurut pandangan manusia, aku akan tetap berjalan dengan pandangan tepat di depan mata memandang salib-Mu. Dan mengatakan Puji Tuhan “God is good”, selamanya Dia Allah yang baik. Haleluya, pujilah Tuhan.!



Soli Deo Gloria.

Kamis, 25 Juli 2019

Transformasi

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
(Roma 12:2)

Ketika saya melihat seekor ulat yang hidup di atas ranting pohon atau di atas dedaunan, saya menganggap ulat tersebut lemah, tidak indah dan hanyalah salah satu jenis hama pada tumbuhan. Tetapi ketika ulat tersebut telah berubah menjadi kepompong dan kemudian menjadi seekor kupu-kupu, wahh. Ternyata sangat mengagumkan keindahan dan kemampuannya. Ulat yang tadinya terlihat tidak elok, kini berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dengan warna-warni pada sayapnya. Dia yang dulunya diangap lemah kini memiliki kemampuan untuk bisa terbang kesana kemari. Proses dari ulat menjadi kupu-kupu ini dinamakan proses transformasi (metamorfosis).

Proses transformasi ini seharusnya juga terjadi dalam diri manusia. Saya dan Anda harus mengalami transformasi. Transformasi yang dimaksud mencakup seluruh aspek kehidupan, baik perubahan cara pandang (Worldview), perubahan sikap (Attitude), dan juga perubahan kerohanian (Spiritual). Semua hal ini menuju kepada keserupaan akan Kristus. Sehingga dalam kehidupan, setiap orang yang berjumpah dengan kita dapat melihat cahaya kemuliaan Allah (Matius 5:16).

Soli Deo Gloria.

Selasa, 16 Juli 2019

Yesus Mengangkatku Dari Gelombang Samudera Raya

“Tetapi ketika di rasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ”Tuhan, tolonglah aku !” segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 4:29-30)

      Gelombang hidup yang silih berganti menerpa perjalanan pelayanan saya, membuat saya mulai tenggelam dalam kelemahan dan kebimbangan. Saya semakin menyadari bahwa, kedewasaan iman bisa dilihat ketika menghadapi masalah atau kesulitan. Apakah hanya saya yang mengalami hal seperti ini ? ternyata tidak. Semua orang yang mengikut Yesus akan mengalami proses pendewasaan iman. Proses ini terjadi melalui ujian dan pencobaan dalam hidup. Hanya iman yang sungguh kepada Kristuslah yang membuat kita akan keluar sebagai pemenang.

   Rasul Petrus pernah mengalami kebimbangan, karena dia kurang percaya kepada Yesus. Kebimbangannya ini, mengakibatkan dia mulai tenggelam ke dalam lautan. Disisi yang lain, Alkitab kemudian menceritakan kisah yang berbeda. Setelah Roh Kudus turun keatas para murid pada hari pentakosta, mereka menjadi sangat berani. Roh Kudus membuat para murid termasuk Petrus memiliki keyakinan (iman) yang sungguh pada Kristus. Kepercayaan Petrus yang sungguh pada Kristus membuat dia melakukan banyak mujizat dan memberitakan injil dengan berani.

      Kristus mengangkatku dari gelombang samudera, ini adalah pengalaman iman saya bersama-Nya. Ketika saya berduka karena kehilangan orang yang saya kasihi, mengalami kelemahan tubuh, bahkan ketika iman saya mulai kendor, Allah menolongku. Dia tidak hanya menjadi Allah dari jauh yang melihat dari tahta sorga-Nya yang kudus, melainkan Allah dari dekat yang datang ke dalam dunia menyelamatkan yang terhilang melalui Yesus Kristus. Jikalau Dia mampu mengangkatku, demikian juga dengan diri anda. Pertanyaannya sudahkan anda percaya dengan sungguh kepada-Nya?

Senin, 15 Juli 2019

Pentingnya Waktu Khusus Bersama Tuhan


 
“Tetapi Tuhan menjawabnya: Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan di ambil dari padanya.”(Lukas 10:41-41)

       Sumber kekuatan orang percaya adalah Allah. Pemazmur berkata: “Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku. Nabi Yeremia juga berkata: Ya TUHAN kekuatanku dan bentengku.”[i] Pemazmur dan nabi Yeremia bisa dengan yakin berkata demikian karena mereka memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Relasi yang intim dengan Tuhan dapat di bangun jikalau orang percaya selalu menyediakan waktu khusus bersama Tuhan.  

      George Müller seorang penginjil yang sangat terkenal sering menyediakan waktu khusus bersama Tuhan. Ada sebuah cerita menarik dari dirinya, ketika dia mengasuh dan melayani anak-anak di panti asuhan yang berlokasi di rumahnya sendiri. George Müller menggantungkan sepenuhnya pelayanan untuk anak-anak di panti, yang berjumlah ribuan orang, pada pemeliharaan Tuhan. Terbukti sering kali dalam menyediakan kebutuhan makanan untuk anak-anak, George dengan tenang dan penuh keyakinan berkata dalam hatinya “Tuhan akan menyediakannya bagi kami”. George Müller kemudian masuk kamar dan berdoa, tidak lama setelah selesai berdoa tukang roti mengetuk pintu dan menyumbangkan banyak roti hangat untuk anak-anak. Setelah itu ada suara ketukan pintu yang kedua ternyata, tukang susu yang datang. Ternyata tukang susu berhubung karena gerobaknya rusak di luar panti asuhan, ia kemudian ingin memberi susu segar kepada anak-anak supaya ia bisa membongkar dan memperbaiki gerobaknya.[ii] Sungguh luar biasa, jika hidup bergantung kepada Tuhan dan dapat menyediakan waktu khusus bersama-Nya.

  Saya dapat merasakan kekuatan, pengharapan, dan janji dari Tuhan melalui waktu seperti ini. Saat saya menulis jurnal refleksi hari ini, saya dalam kondisi tubuh yang sakit. Dalam pergumulan sakit ini, saya tetap menyediakan waktu khusus beberapa jam untuk membangun relasi bersama Tuhan. Melalui pujian, doa, dan perenungan firman Tuhan, saya menikmati anugerah hidup yang masih Dia berikan. Dengan demikian saya meyakini bahwa, penting sekali orang percaya memiliki waktu khusus bersama Tuhan. Tanpa hal ini, hidup kita seperti tanah yang berbatu dimana benih (kebenaran firman Tuhan) tidak bisa tumbuh dan berakar. Sebaliknya ketika kita memiliki waktu khusus bersama Tuhan kita seperti pohon yang di tanam di tepi aliran air yang tetap menghasilkan buah pada musimnya.[iii]

Soli Deo Gloria.




[i]  Mazmur 28:7a; Yeremia 16:19a (TB)
[ii]  Vance Christie, Timeless Stories – Kisah Kisah Luar Biasa Dari Orang-Orang Biasa, Yogyakarta : Penerbit Andi, 2013.
[iii] Mazmur 1:3 (TB)


Selasa, 09 Juli 2019

Jangan Sia-siakan Waktumu

 
"Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.”

Satu hari memiliki durasi waktu 24 Jam, 1.440 Menit, dan 86.400 detik. Secara umum semua manusia memiliki waktu sehari yang sama. Akan tetapi memiliki perbedaan dalam memanfaatkan waktu itu. Banyak orang yang sangat menghargai waktu sehingga mereka tidak mau membuang 1 menit saja hanya untuk berdiam diri atau bersenang-senang. Tetapi disisi lain banyak orang juga yang memanfaatkan waktu dengan melakukan semua hal yang menyenangkan hatinya seperti bermain, menonton, jalan-jalan, dan semua kesenangan hidup lainnya. Ada juga sebagian orang yang menghabiskan waktu untuk berdiam diri dalam keheningan, mereka “bertapa” supaya merasakan kedamaian untuk mencapai kesempurnaan hidup. Lalu bagaimana dengan kita sebagai orang Kristen? Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan kepada kita?

Ingat lagu yang mengatakan “Hidup Ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan”? ya benar, hidup ini harusnya dipakai untuk melayani Tuhan. Melayani Tuhan lewat pekerjaan, keluarga, pergaulan hidup, pendidikan, ataupun dalam persekutuan bersama dalam jemaat Tuhan. Intinya jangan sia-siakan waktumu, karena hidup ini singkat adanya .!

Soli Deo Gloria.