“Tetapi Tuhan menjawabnya: Marta,
Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya
satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan
di ambil dari padanya.”(Lukas 10:41-41)
Sumber kekuatan orang percaya adalah
Allah. Pemazmur berkata: “Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku. Nabi Yeremia
juga berkata: Ya TUHAN kekuatanku dan bentengku.”[i]
Pemazmur dan nabi Yeremia bisa dengan yakin berkata demikian karena mereka
memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Relasi yang intim dengan Tuhan dapat
di bangun jikalau orang percaya selalu menyediakan waktu khusus bersama Tuhan.
George Müller seorang penginjil yang
sangat terkenal sering menyediakan waktu khusus bersama Tuhan. Ada sebuah
cerita menarik dari dirinya, ketika dia mengasuh dan melayani anak-anak di
panti asuhan yang berlokasi di rumahnya sendiri. George Müller menggantungkan
sepenuhnya pelayanan untuk anak-anak di panti, yang berjumlah ribuan orang, pada
pemeliharaan Tuhan. Terbukti sering kali dalam menyediakan kebutuhan makanan
untuk anak-anak, George dengan tenang dan penuh keyakinan berkata dalam hatinya
“Tuhan akan menyediakannya bagi kami”. George Müller kemudian masuk kamar dan
berdoa, tidak lama setelah selesai berdoa tukang roti mengetuk pintu dan
menyumbangkan banyak roti hangat untuk anak-anak. Setelah itu ada suara ketukan
pintu yang kedua ternyata, tukang susu yang datang. Ternyata tukang susu berhubung
karena gerobaknya rusak di luar panti asuhan, ia kemudian ingin memberi susu
segar kepada anak-anak supaya ia bisa membongkar dan memperbaiki gerobaknya.[ii]
Sungguh luar biasa, jika hidup bergantung kepada Tuhan dan dapat menyediakan
waktu khusus bersama-Nya.
Saya dapat merasakan kekuatan, pengharapan, dan janji dari Tuhan melalui waktu seperti ini. Saat saya menulis jurnal refleksi hari ini, saya dalam kondisi tubuh yang sakit. Dalam pergumulan sakit ini, saya tetap menyediakan waktu khusus beberapa jam untuk membangun relasi bersama Tuhan. Melalui pujian, doa, dan perenungan firman Tuhan, saya menikmati anugerah hidup yang masih Dia berikan. Dengan demikian saya meyakini bahwa, penting sekali orang percaya memiliki waktu khusus bersama Tuhan. Tanpa hal ini, hidup kita seperti tanah yang berbatu dimana benih (kebenaran firman Tuhan) tidak bisa tumbuh dan berakar. Sebaliknya ketika kita memiliki waktu khusus bersama Tuhan kita seperti pohon yang di tanam di tepi aliran air yang tetap menghasilkan buah pada musimnya.[iii]
Soli Deo Gloria.
[i] Mazmur 28:7a; Yeremia 16:19a (TB)
[ii] Vance Christie, Timeless Stories – Kisah Kisah Luar Biasa Dari Orang-Orang Biasa, Yogyakarta
: Penerbit Andi, 2013.
[iii]
Mazmur 1:3 (TB)

0 komentar:
Dí lo que piensas...