Selasa, 21 Juli 2020

Pengalaman Organisasi

        

2018 - Sekarang | Founder sekaligus Ketua Umum Bible Reading Community (BRC)


2020 - Sekarang | Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Kab. Bolaang Mongondow


2020 - Sekarang | Founder komunitas sahabat Literasi (KSL)


2017 | Alumni PPAK-Bandung Angkatan 29


2015 - 2017 | Sekfung Pendidikan Kader BPC GMKI Tondano


2015 - 2016 | Ketua Kerukunan Mahasiswa Kristen “Totabuan” di Tondano


2015 - 2016 | Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi GEMAK Universitas Negeri Manado


2016 | Generasi Baru Indonesia (GenBI), dari Bank Indonesia wilayah Sulawesi Utara


2013 – 2016 | Pengurus Kerukunan Mahasiswa Kristen “Totabuan” di Tondano


2014 – 2015 | Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado


2014 - 2015 | Ketua Divisi Bidang Penelitian dan Pengembangan Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Manado 


2013 – 2014 | Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Manado

Riwayat Pendidikan


SD | SDN 2 Dumoga, Lulus Tahun 2007 

SLTP | SMPN 3 Dumoga, Lulus Tahun 2010 

SLTA |  SMKN 1 Mopuya, Jurusan Akuntansi, Program Keahlian Akuntansi Keuangan, Lulus tahun 2013. 

S1 - Pendidikan Ekonomi (S.Pd) | Universitas Negeri Manado, Fakultas Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Konsentrasi Akuntansi, Lulus Tahun 2017 dengan Predikat Pujian (Cum Laude)

S1 - Manajemen (S.M) | Universitas Terbuka, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen

S2 - Magister Theologi (M.Th)  | STT Biblika Jakarta

5 Pokok Calvinisme | TULIP (Kajian BUAS)

Sejarah singkat Agustinus, John Calvin, dan pertentangan Calvinisme vs Arminianisme | Total Depravity (Kebejatan Total) | Download

Unconditional Election (Pemilihan Tanpa Syarat) | Download

Limited Atonement (Penebusan Terbatas) | Download

Irresistible Grace (Kasih Karunia Yang Tidak bisa ditolak) | Download

Perseverance Of The Saints (Ketekunan Orang Kudus) | Download


Senin, 06 Juli 2020

BUCIN ?

“Seseorang yang terus mau diperbudak atau memperbudak dirinya pada cinta manusia, tidak akan perna merasakan cinta yang sejati” (IYK).

 

    Perkembangan zaman, sering diikuti juga dengan perkembangan istilah dan singkatan dalam bahasa yang digunakan orang-orang pada zaman tersebut. Bahkan dalam rentang beberapa tahun saja, muncul singkatan-singkatan baru yang kemudian menjadi populer di tengah masyarakat. Salah satu singkatan yang muncul dan sangat pupuler saat ini yakni BUCIN atau Budak Cinta. Singkatan ini merujuk pada laki-laki atau perempuan yang begitu tergila-gila akan cinta pasangangnya. Karena tergila-gila dengan cinta, orang tersebut bahkan relah melakukan apa saja demi orang yang dia cintai. Seseorang yang menjadikan dirinya budak cinta merupakan orang yang memperhambakan dirinya pada hawa nafsu seksualitas. Cinta (Eros) menjadi dominan dan menguasai orang-orang seperti ini. Alkitab berkata “Mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?” (Kidung Agung 8:4).

 

    Yesus Kristus telah memerdekakan kita dari dosa, sehingga kita tidak boleh hidup dalam perbudakan nafsu atau keiinginan daging. Firman Tuhan berkata: “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Roma 6:18). Karena kita telah dimerdekakan dari dosa, maka hidup kita pun harus ditaklukan pada kebenaran. Oleh karena itu firman Tuhan berkata: “Kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan” (Roma 6:19). Dengan demikian hidup  kita tidak lagi dijadikan ”Bucin” manusia tetapi hamba Allah. Pertanyaannya, apakah kita mau terus jadi “Bucin” atau bertobat dan menjadi Hamba Kebenaran?

 

Soli Deo Gloria

by. I.Y.K

 


Minggu, 05 Juli 2020

Mungkinkah Dia Orangnya?

Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima” (Ivan Panin – Matematikawan Rusia, 1855-1942)

 

    Semua orang bisa berbicara tentang cinta, tapi hanya sedikit orang yang memahaminya. Karena dalamnya esensi cinta, tak cukup dipahami dengan logika tapi dibutuhkan hati yang peka dan kebenaran yang membawa damai sejahtera. Dengan adanya kriteria sesuai dengan prinsip yang benar, maka mempertanyakan tentang cinta akan membawa kita pada pergumulan hati yang berserah pada sang pencipta, tapi juga perjuangan yang dilandasi oleh kasih yang mesra dan kudus.

 

    Kadang kala kita bertanya: mungkinkah dia orangnya? sebuah pertanyaan klasik dan sederhana, namun pertanyaan ini menggelisahkan banyak orang yang terlalu kuatir dengan pasangan hidupnya. Bagi saya lama atau tidaknya sebuah hubungan tidak menjamin akan hidup bersama. Karena kadang kala Tuhan mengijinkan seseorang untuk “belajar hidup” dengan orang lain, sebelum kemudian dipertemukan dengan sih dia – “orang terakhir yang berkomitmen sehidup semati “di dunia” dengan Anda”.

 

    Siapapun dia orangnya, tetap jadikan masa penantian Anda sebagai masa untuk hidup benar, kudus, setia, jujur, taat, dan produktif. “Karena cinta kuat seperti maut, maka jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya”. Bersabarlah! waktu Tuhan pasti yang terbaik dan terindah.


Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

Sabtu, 04 Juli 2020

Dalam Keheningan

Menyendiri bukanlah tanda kegalauan atau kehampaan, tetapi sebuah bentuk refleksi dari pengharapan dan kepedulian (IYK)

Hari ini adalah hari kedua masa isolasi mandiri. Masih tersisa 12 hari lagi kedepan dalam pengasingan dan kesendirian. Kesendirian dalam keheningan tidak membuat raga ini menjerit. Karena dalam keheningan, justru saya merasakan kehangatan dan kepedulian. Bagi saya, salah satu bentuk nyata dari kepedulian di tengah pandemi, yakni menyendiri dalam keheningan kemudian berefleksi dan berdoa.

Meski raga ini merindu, namun jiwa pun tetap teduh. Jiwa kemudian berkata: "hai raga, tahanlah sebentar untuk sebuah pelukan dan kehangatan. Belajarlah untuk menghangatkan diri dalam keheningan bersama pelukan BAPA. Karena esensi dari hidup bukan terletak pada sentuhan tetapi, seberapa rasa itu tetap ada meski tak bersama. Stay safe.

Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

Jumat, 03 Juli 2020

Go Home

Sejauh apapun kita pergi, rumah adalah tujuan akhir untuk kembali (I.Y.K)

Setelah pengabdian panjang selama 2,5 tahun, akhirnya perjumpaan bersama keluarga akan segera terjadi. Sukacitanya sampai merasuk kedalaman hati sanubari. Jiwaku pun ingin berkata: "hai hati, lelah dan rindumu akan segera terobati. Tenanglah sejenak untuk menanti pelukan hangat dari orang yang kau kasihi. Kini pertemuan itu segera terjadi."

Pengkhotbah berkata: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya" (Pengkhotbah 3:1). Mengenang perpisahan yang sudah terjadi pasti akan memunculkan hati yang rindu, gelisah, dan bahkan mungkin menyakitkan. Tapi ketika tiba waktu pertemuan, semua perasaan itu tergantikan dengan sukacita yang sangat besar. Waktu Tuhan adalah yang terbaik dan terindah. Terbaik dan terindah bagi mereka yang telah belajar untuk bersabar, berharap, dan setia.

Akhir dari cerita ini: Aku telah kembali ! Aku pun meyakini ada cerita baru yang Tuhan telah siapkan untuk ku tulis dengan buku dan pena yang baru. God is good all the time.

Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K