Senin, 06 Juli 2020

BUCIN ?

“Seseorang yang terus mau diperbudak atau memperbudak dirinya pada cinta manusia, tidak akan perna merasakan cinta yang sejati” (IYK).

 

    Perkembangan zaman, sering diikuti juga dengan perkembangan istilah dan singkatan dalam bahasa yang digunakan orang-orang pada zaman tersebut. Bahkan dalam rentang beberapa tahun saja, muncul singkatan-singkatan baru yang kemudian menjadi populer di tengah masyarakat. Salah satu singkatan yang muncul dan sangat pupuler saat ini yakni BUCIN atau Budak Cinta. Singkatan ini merujuk pada laki-laki atau perempuan yang begitu tergila-gila akan cinta pasangangnya. Karena tergila-gila dengan cinta, orang tersebut bahkan relah melakukan apa saja demi orang yang dia cintai. Seseorang yang menjadikan dirinya budak cinta merupakan orang yang memperhambakan dirinya pada hawa nafsu seksualitas. Cinta (Eros) menjadi dominan dan menguasai orang-orang seperti ini. Alkitab berkata “Mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya?” (Kidung Agung 8:4).

 

    Yesus Kristus telah memerdekakan kita dari dosa, sehingga kita tidak boleh hidup dalam perbudakan nafsu atau keiinginan daging. Firman Tuhan berkata: “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Roma 6:18). Karena kita telah dimerdekakan dari dosa, maka hidup kita pun harus ditaklukan pada kebenaran. Oleh karena itu firman Tuhan berkata: “Kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan” (Roma 6:19). Dengan demikian hidup  kita tidak lagi dijadikan ”Bucin” manusia tetapi hamba Allah. Pertanyaannya, apakah kita mau terus jadi “Bucin” atau bertobat dan menjadi Hamba Kebenaran?

 

Soli Deo Gloria

by. I.Y.K

 


2 komentar:

Pricilia Kristin
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Idul Yasri Koyongkam

Ini adalah perjuangan berat seorang muda untuk mempertahankan hidupnya sesuai dengan kebenaran.

Dí lo que piensas...