"Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (Yakobus 4:14b).
Cara kita memandang hidup ini akan
membentuk kehidupan kita. Dan ketika cara pandang itu semakin fokus maka hal
tersebut akan memberikan arti tertentu tentang hidup kita. Misalnya ketika kita
memandang bahwa hidup kita adalah tentang cinta, maka diri kita akan sangat
bergantung pada cinta seseorang, atau kita sendiri akan banyak menghabiskan
waktu untuk membuat orang lain mencintai kita, begitu juga sebaliknya. Jadi
arti hidup kita adalah Ingin dicintai. Tapi masalahnya cinta manusia itu semu dan
mengecewakan. Pada akhirnya ketergantungan pada cinta manusia hanya akan
mengakibatkan kekecewaan. Akhirnya banyak orang yang bunuh diri, karena merasa
dirinya tidak lagi punya arti (Karena kehilangan cinta). Atau cara pandang kita
tentang hidup adalah tentang kekayaan dan kekuasaan. Maka arti hidup kita akan
sangat berhubungan dengan harta dan juga jabatan. Tidak heran orang-orang
seperti ini akan menjadi orang yang sangat individualistis (mementingkan diri
sendiri). Oleh karena itu tidak heran di Negara-negara maju orang-orang kaya yang
punya kedudukan dan kuasa akan membuang orang tuanya atau menitipkan di panti
jompo.
Jadi Apa arti
hidupmu sebenarnya?
Kita akan mendalami pertanyaan ini menurut pandangan
Alkitab.
Alkitab memberikan beberapa penjelasan tentang arti
hidup manusia.
1. Hidup adalah sebuah kepercayaan.
Jangan berpikir bahwa hidup kita akan kekal dan abadi di
bumi. Setiap manusia ada batas waktu hidupnya. Entah kita kaya, punya kedudukan
tinggi, dan punya kekuasaan yang besar di dunia, satu waktu nanti kita akan
meninggalkan semua itu. Bahkan Raja Daud yang agung mengetahui fakta ini. Oleh
karena itu dia mengatakan “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami
kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;
sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap (Mazmur 90:10)”.
Kita
sebenarnya tidak punya apa-apa di bumi, semua yang kita miliki hanya
dipinjamkan Allah saja. Semua itu adalah kepercayaan yang Allah berikan untuk
kita jaga dan kelola. Karena itu “Semakin
banyak yang diberikan Tuhan kepada kita, semakin besar pula tanggung jawab yang
diharapkan-Nya dari kita”.
2. Hidup adalah tentang Allah bukan kita
Memang Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan diri-Nya
sendiri. Akan tetapi kita harus sadar bahwa kita hanyalah ciptaan. Kita bukan
pencipta. Jadi jangan merasa bahwa hidupmu adalah milikmu. Hidup kita adalah
milik sang pencipta yaitu Allah. Alkitab mengatakan kita diciptakan untuk
kemuliaan Allah. Jadi hidup kita akan berarti jika kita pakai untuk menggenapi
maksud ini yaitu dipakai untuk memuliakan Allah. Yesaya 43:7 mengatakan “semua
orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan
untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"
Jadi sekarang kita tahu bahwa hidup ini adalah sebuah
kepercayaan dan tentang Allah. Bagaimana kita dapat memakai semua yang
dipercayakan Allah seperti talenta/bakat dan lain sebaginya untuk kemuliaan
Allah.
Namun kembali lagi hal ini tidak
bisa dipahami oleh sebagian besar orang, oleh karena semua orang telah berbuat
dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kita membutuhkan juruselamat untuk
memulihkan arti hidup kita yang sebenarnya. Yesus Kristus adalah satu-satunya
jalan keluar dari kesulitan ini. Kita harus menerima Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat. Dengan demikian kita dapat memahami dengan jelas arti
hidup kita yang sebenarnya. Alkitab mengatakan “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma
8:29).
Maukah Anda mengetahui arti hidupmu yang sebenarnya?
Terimalah Yesus dalam hidupmu. Maka hidupmu punya arti. Amin


1 komentar:
AMEN..HALELUYA 🙏😇
Dí lo que piensas...