Kamis, 28 November 2019

APA ARTI HIDUPMU?

"Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap" (Yakobus 4:14b).

Cara kita memandang hidup ini akan membentuk kehidupan kita. Dan ketika cara pandang itu semakin fokus maka hal tersebut akan memberikan arti tertentu tentang hidup kita. Misalnya ketika kita memandang bahwa hidup kita adalah tentang cinta, maka diri kita akan sangat bergantung pada cinta seseorang, atau kita sendiri akan banyak menghabiskan waktu untuk membuat orang lain mencintai kita, begitu juga sebaliknya. Jadi arti hidup kita adalah Ingin dicintai. Tapi masalahnya cinta manusia itu semu dan mengecewakan. Pada akhirnya ketergantungan pada cinta manusia hanya akan mengakibatkan kekecewaan. Akhirnya banyak orang yang bunuh diri, karena merasa dirinya tidak lagi punya arti (Karena kehilangan cinta). Atau cara pandang kita tentang hidup adalah tentang kekayaan dan kekuasaan. Maka arti hidup kita akan sangat berhubungan dengan harta dan juga jabatan. Tidak heran orang-orang seperti ini akan menjadi orang yang sangat individualistis (mementingkan diri sendiri). Oleh karena itu tidak heran di Negara-negara maju orang-orang kaya yang punya kedudukan dan kuasa akan membuang orang tuanya atau menitipkan di panti jompo.

Jadi Apa arti hidupmu sebenarnya?
Kita akan mendalami pertanyaan ini menurut pandangan Alkitab.
Alkitab memberikan beberapa penjelasan tentang arti hidup manusia.

1. Hidup adalah sebuah kepercayaan.
Jangan berpikir bahwa hidup kita akan kekal dan abadi di bumi. Setiap manusia ada batas waktu hidupnya. Entah kita kaya, punya kedudukan tinggi, dan punya kekuasaan yang besar di dunia, satu waktu nanti kita akan meninggalkan semua itu. Bahkan Raja Daud yang agung mengetahui fakta ini. Oleh karena itu dia mengatakan “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap (Mazmur 90:10)”.

Kita sebenarnya tidak punya apa-apa di bumi, semua yang kita miliki hanya dipinjamkan Allah saja. Semua itu adalah kepercayaan yang Allah berikan untuk kita jaga dan kelola. Karena itu “Semakin banyak yang diberikan Tuhan kepada kita, semakin besar pula tanggung jawab yang diharapkan-Nya dari kita”.

2. Hidup adalah tentang Allah bukan kita
Memang Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan diri-Nya sendiri. Akan tetapi kita harus sadar bahwa kita hanyalah ciptaan. Kita bukan pencipta. Jadi jangan merasa bahwa hidupmu adalah milikmu. Hidup kita adalah milik sang pencipta yaitu Allah. Alkitab mengatakan kita diciptakan untuk kemuliaan Allah. Jadi hidup kita akan berarti jika kita pakai untuk menggenapi maksud ini yaitu dipakai untuk memuliakan Allah. Yesaya 43:7 mengatakan “semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"  

Jadi sekarang kita tahu bahwa hidup ini adalah sebuah kepercayaan dan tentang Allah. Bagaimana kita dapat memakai semua yang dipercayakan Allah seperti talenta/bakat dan lain sebaginya untuk kemuliaan Allah.

Namun kembali lagi hal ini tidak bisa dipahami oleh sebagian besar orang, oleh karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kita membutuhkan juruselamat untuk memulihkan arti hidup kita yang sebenarnya. Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keluar dari kesulitan ini. Kita harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dengan demikian kita dapat memahami dengan jelas arti hidup kita yang sebenarnya. Alkitab mengatakan “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29).

Maukah Anda mengetahui arti hidupmu yang sebenarnya? Terimalah Yesus dalam hidupmu. Maka hidupmu punya arti. Amin