Jumat, 12 Juni 2020

Banyak Memberi Tapi Semakin "Kaya"

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya…” (Amsal 11:24a) 

 

    Kaya tidak selalu berkaitan dengan harta dan kekayaan. Kaya dalam hal ini lebih kepada memperoleh hikmat atau kebijaksanaan, nama baik, dan kasih orang terhadap kita. Orang yang berhikmat atau bijaksana tidak memusingkan diri dengan hal-hal yang semu seperti harta dan kekayaan. Salomo ketika meminta sesuatu kepada Allah, ia meminta hikmat untuk menimbang segala perkara (inilah pengertian dan kebijaksaan salomo). Harta dan kekayaan bisa dicuri orang, atau bahkan lenyap karena bencana. Hikmat atau kebijaksaan tidak akan pernah bisa diambil orang. Hikmat dan kebijaksanaan, dapat membantu banyak orang. Ini adalah sebuah pemberian yang sangat bernilai. 


    Raja Salomo juga menuliskan sebuah amsal lain yang menegaskan bahwa nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar dan dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. Ketika harta dan kekayaan bukan menjadi hal utama di dalam hidup, maka memberikan harta dan kekayaan kita kepada orang lain bukanlah masalah besar. Orang yang banyak memberi adalah mereka yang hidup ber-kelimpahan. Orang yang banyak memberi adalah mereka yang selalu akan bersyukur. Inilah kekayaan yang terus bertambah bagi orang yang banyak mem-beri, yaitu: nama baik dan kasih orang terhadapnya. Berilah apa yang ada padamu jangan menunggu ketika banyak harta. 


Soli Deo Gloria

by. I.Y.K

Selasa, 09 Juni 2020

Berkat Dari Sepenggal Kalimat

Kata sahabatku dalam sakitnya: “Tetap semangat melayani dan jangan pernah menyerah ya...” (Nelce Kaunde).

 

    Sekilas kata-kata yang membentuk satu kalimat ini terlihat sederhana dan mungkin juga banyak orang pernah mengatakannya. Tapi bagi saya sepenggal kalimat ini menjadi sangat bermakna, oleh karena saya dengar langsung dari seorang sahabat yang sedang dalam kondisi kritis karena sebuah penyakit ganas di tubuhnya. Beberapa hari sebelum sahabat kami Nelce meninggal dunia, dia membisikan kata-kata ini kepada saya: “Tetap semangat melayani dan jangan pernah menyerah ya karu”. Kata-kata ini menjadi penyemangat dalam setiap pelayanan yang saya jalani, bahkan efek kata-kata itu terus bergema dalam hati dan ingatan saya sampai saat ini.

 

    Firman Tuhan berkata: “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang” (Kolose 4:6). Menurut penelitian seorang perempuan bisa berbicara 20 ribu kata per hari sedangkan laki-laki 7 ribu kata per hari. Namun dari banyaknya kata-kata yang manusia ucapkan setiap hari, ada satu pertanyaan yang dapat kita renungkan: seberapa banyakkah kata-kata yang kita keluarkan, kemudian menjadi berkat dan pembaru bagi hidup seseorang?

 

    Sebuah kata-kata yang telah terucap tak mungkin bisa ditarik kembali, entah itu kata-kata baik atau pun buruk. Memang kita bisa melakukan klarifikasi, namun hal itu tidak bisa langsung menghilangkan efek dari sebuah kata-kata yang telah masuk dalam hati. Oleh karena itu, gunakan setiap kesempatan untuk menggunakan setiap kata yang dapat menjadi berkat yang mungkin bisa mengubah hidup seseorang. Kita bisa memulainya dengan kata-kata sederhana: Tuhan Yesus mengasihimu dan Ia punya rencana yang indah dalam hidupmu.

 

Soli Deo Gloria

by. I.Y.K