Sekilas kata-kata yang membentuk satu kalimat ini
terlihat sederhana dan mungkin juga banyak orang pernah mengatakannya. Tapi bagi
saya sepenggal kalimat ini menjadi sangat bermakna, oleh karena saya dengar
langsung dari seorang sahabat yang sedang dalam kondisi kritis karena sebuah
penyakit ganas di tubuhnya. Beberapa hari sebelum sahabat kami Nelce meninggal
dunia, dia membisikan kata-kata ini kepada saya: “Tetap semangat melayani dan
jangan pernah menyerah ya karu”. Kata-kata ini menjadi penyemangat dalam
setiap pelayanan yang saya jalani, bahkan efek kata-kata itu terus bergema
dalam hati dan ingatan saya sampai saat ini.
Firman Tuhan berkata: “Hendaklah kata-katamu senantiasa
penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi
jawab kepada setiap orang” (Kolose 4:6). Menurut penelitian seorang perempuan
bisa berbicara 20 ribu kata per hari sedangkan laki-laki 7 ribu kata per hari. Namun
dari banyaknya kata-kata yang manusia ucapkan setiap hari, ada satu pertanyaan
yang dapat kita renungkan: seberapa banyakkah kata-kata yang kita keluarkan,
kemudian menjadi berkat dan pembaru bagi hidup seseorang?
Sebuah kata-kata yang telah terucap tak mungkin bisa
ditarik kembali, entah itu kata-kata baik atau pun buruk. Memang kita bisa
melakukan klarifikasi, namun hal itu tidak bisa langsung menghilangkan efek
dari sebuah kata-kata yang telah masuk dalam hati. Oleh karena itu, gunakan
setiap kesempatan untuk menggunakan setiap kata yang dapat menjadi berkat yang
mungkin bisa mengubah hidup seseorang. Kita bisa memulainya dengan kata-kata
sederhana: Tuhan Yesus mengasihimu dan Ia punya rencana yang indah dalam
hidupmu.
Soli Deo Gloria
by. I.Y.K


0 komentar:
Dí lo que piensas...