Senin, 16 November 2020

Cinta Yang Mendingin

Cinta bukan tentang bertahan seberapa lama. Tetapi seberapa jelas dan ke arah mana. (Emha Ainun Nadjib)


        Ketika kita baru mulai menjalin relasi dengan seseorang, biasanya cinta seperti nyala api yang tak terpadamkan. Bahkan hangatnya api cinta sanggup menghangatkan dua hati yang berjauhan. Tapi sering permasalahan cinta mulai terasa kuat ketika lamanya sebuah hubungan. Jika cinta tak mempunyai tujuan yang jelas dengan komitmen yang kokoh, maka cinta yang hangat itu pada akhirnya mendingin dan bisa berakhir dengan retakan yang tak tersatukan lagi.


        Alkitab berkata: "Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya..."(Kidung Agung 8:7a). Karena itu agar cinta tak mendingin, perjelaslah arah cinta itu. Cinta itu harus punya dasar yang kokoh dengan komitmen yang teguh. Dan semua itu hanya mungkin jika Yesus Kristus menjadi tujuan dan dasarnya. Selamat membangun cinta, jangan sampai ia mendingin!.


Soli Deo Gloria

by. I.Y.K




Rabu, 11 November 2020

Melayani Lebih Sungguh

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)


        Capek? Harus keluar uang? Kadang merasa tidak dihargai? Waktu menjadi berkurang? Atau bahkan diminta memerankan peran yang tidak disukai? Kalau mau jujur beberapa hal ini mungkin sedang kita alami saat ini, ketika sedang melayani Tuhan. Tapi bagaimana jika pertanyaan ini kita balik. Bagaimana jika Tuhan merasa capek memberi kita nafas hidup? Bagaimana kalau Tuhan tidak memberkati usaha kita? Bagaimana jika Allah tidak datang menebus dosa kita, oleh karena Ia tidak mau memerankan peran sebagai manusia? Bukankah jika pertanyaan ini yang ditanyakan, maka kita tidak ada apa-apanya, dan malahan hidup kita tidak berarti?


        Hai anak muda, hidup hanya singkat. Walaupun kamu ganteng, cantik, kaya, kuat, terkenal, pada akhirnya juga yang kamu tinggalkan hanya batu nisan bertuliskan identitas dan tanggal kematian. Karena itu berikan hidupmu untuk melayani Tuhan dengan lebih sungguh. Persembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus bagi Tuhan. Selamat melayani dan tetap semangat.


Soli Deo Gloria

by. IYK

Minggu, 01 November 2020

Kepemimpinan Kristen

"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat  pada pinggang-Nya itu" (Yohanes 13:4-5)

 

I.       APA ITU PEMIMPIN KRISTEN?

    Dalam pandangan kristen pemimpin adalah seseorang yang dipilih Tuhan menjadi penatalayan Allah yang baik dan bertanggungjawab. Penatalayan artinya kita dipercayakan oleh Tuhan untuk mengatur dan mengelola semua sumber daya ada untuk kemuliaan Tuhan.

 

II.     HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

1.  Memiliki kerendahan hati untuk melayani sesama (Yohanes 13:4a)

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya… (Yohanes 13:4a)”. Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana seharusnya kita menjadi seorang pemimpin. Yesus merendahkan dirinya dengan menanggalkan jubah-Nya. Kata ”JUBAH” dalam ayat 4a ini adalah bentuk jamak (lebih dari satu), menunjukan bahwa Yesus melepaskan pakaian bagian luar-Nya. Hal ini ditekankan oleh Yohanes sebagai gambaran tentang sebuah kerendahan hati yang ditunjukan Yesus kepada para murid. Sekaligus juga ini contoh agar para murid melakukan hal yang sama.


2.   Memiliki Inisiatif dengan tidak berfokus pada kedudukan/jabatan (Yohanes 13:4b-5)

Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi… (Yohanes 13:4b-5a)”. Yesus dalam ayat ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi semua pemimpin Kristen agar memiliki Insiatif. Inisiatif disini berarti seorang pemimpin harus mau untuk memulai. Jadi seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah dan kemudian lepas tangan, tetapi dia harus terlebih dahulu memberikan teladan dan contoh yang benar itu seperti apa.

 

3.   Memiliki tekad menyelesaikan apa yang telah dimulai dan dipercayakan kepadanya (Yohanes 13:5b). “… dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu” (Yohanes 13:5b) . Banyak orang bisa memulai namun sedikit bisa menyelesaikannya. Yesus pada bagian akhir ini, memberikan teladan kepada kita, bahwa apa yang kita mulai harus diselesaikan sampai akhir dengan baik. Yesus bukan hanya mencuci kaki para murid, tetapi Dia juga sampai menyekanya dengan kain. Ini menunjukan bahwa dalam mengerjakan sesuatu haruslah diselesaikan sampai tuntas.

 

Pada poin ke-3 ini saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang pelari Marathon yang bernama John Akwari (seorang pelari marathon asal Tanzania).

 

Pada tahun 1968 diadakan sebuah olimpiade mexico. Perlombaan dimulai pagi hari, dan ketika menjelang sore para pelari sudah mulai mencapai garis finish. Setelah itu diumumkanlah juara dan pemberian medali kepada yang berhasil meraih juara. Beberapa jam kemudian ketika hari sudah mulai malam dan banyak penoton telah meninggalkan stadion. Tiba-tiba muncul seorang pelari yang berlari tertatih-tatih dengan kaki yang dibalut perban diiringi oleh beberapa petugas. Tetapi John akwari tetap berlari untuk menyelesaikan lomba, akhinya dia bisa mencapai garus finish. Beberapa awak media yang melihat kejadian itu kemudian bertanya kenapa John Akwari “Kamu tahu bahwa beberapa jam yang lalu, lomba marathon telah ditutup secara resmi dan hampir semua orang telah meninggalkan stadion perlombaan, tapi kenapa anda tidak berhenti saja, karena bukankah pada akhirnya anda tidak juara? “John akwari kemudian menjawab dengan berkata: “Negara saya tidak mengirim saya hanya untuk memulai lomba, tapi mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan.” Meskipun john akwari tidak mendapatkan juara, tapi karena komitmennya ini, akhirnya pada tahun 1983 dia dianugerahi Medali Pahlawan Nasional oleh pemerintah Tanzania. Dan menjadi inspirasi dalam dunia lari marathon, sehingga banyak di undang dalam acara-acara besar untuk memberikan motivasi.

 

III.    KESIMPULAN

        Yesus Kristus telah memberikan teladan kepada kita bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Pertanyaanya? Maukah kita meneladani apa yang Yesus lakukan? Siapkah kita untuk mengerjakan apa yang dia akan percayakan kepada kita? Siapkah Kamu dipilih menjadi pemimpin muda kristen? Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

Kejatuhan Manusia Dalam Dosa & Rencana Keselamatan Allah (Bacaan Kejadian 3:1-15)

I.       KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA (KEJ. 3:1-13)

 

A.     Penyebab kejatuhan manusia dalam dosa (ayat 1-8)

1.     Kompromi dengan dosa (ayat 1-5)

                   Dalam (ayat 1) kita melihat bahwa Iblis yang menyerupai ular membuka komunikasi awal dengan manusia. Ular itu pun berkata: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Band.  Kej. 2:16) Apa yang disampaikan oleh ular adalah sebuah kebohongan dan pemutar balikan kebenaran. Dan kesalahannya adalah ketika pertanyaan ular itu kemudian ditanggapi, padahal mereka sudah tahu bahwa ular tersebut telah memutarbalikan kebenaran. Pada (ayat 2-3) Perempuan pun yang pertama menanggapi pertanyaan itu dengan menjawab: Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. (Band. Kej. 2:17) Ketika mereka mulai kompromi dengan dosa atau ketidak benaran, mereka pun akhirnya terpengaruh dengan hal itu. Kompromi dengan dosa, membuat dosa mulai merusak kebenaran-kebenaran yang Allah nyatakan. Akhirnya mereka pun menambahkan kebenaran Allah dengan kebenaran mereka sendiri. Perempuan itu menambahkan bagian yang Allah sendiri tidak katakan. Pada (ayat 4) ular kembali memutar balikan kebenaran yang disampaikan Allah dengan mengatakan: Sekali-kali kamu tidak akan mati. Allah mengatakan mereka pasti mati, tapi kembali lagi kebenaran itu di putar balikan. (Band. Kej. 2:17) Dalam (ayat 5) Iblis memberikan rayuan/bujukan bahwa jika mereka (ciptaan) akan memakan buah tersebut, mereka akan jadi seperti Allah (pencipta). Hal yang paling menakutkan kita bisa lihat pada ayat ini, ketika ciptaan mau sama seperti penciptanya. Ini persis sama seperti kejatuhan pertama malaikat dari dosa, yang kemudian menjadikan dia Iblis-musuh Allah (Lih. Yes. 14:12-14). Dan selanjutnya apa yang terjadi?

 

2.     Diperdaya oleh Iblis (ayat 6)

             Dalam ayat ini kita pun melihat bahwa, akibat kompromi dengan dosa, adam dan hawa pun akhirnya diperdaya oleh iblis. Mereka kemudian memakan buah yang dilarang Allah. Melalui ayat ini juga kita bisa tahu, mengapa sering kali dosa kita sekarang dikaitkan dengan dosa adam. Bukankah yang memakan duluan adalah hawa (perempuan itu)? Kok Alkitab malah mencatatkan karena dosa Adam, maka kita semua juga ikut mewarisi dosa itu (Roma 5:12 -21)? Jawabannya karena yang pertama mendengar dan menerima firman Allah adalah adam (Kej. 2). Jadi perintah Allah disampaikan kepada Adam, agar Adam yang adalah kepala keluarga membina, mengarahkan, dan menyampaikan kebenaran Allah kepada keluarganya. Namun faktanya Adam kompromi dengan hal itu dan ia membiarkan hawa istrinya, bahkan Adam mendukung apa yang dilakukan Istrinya itu, dengan menerima dan memakan buah tersebut.      

 

B.     Konsekuensi/Akibat Dosa (7-14)

 

1.  Manusia mendapati dirinya telanjang atau kehilangan kemuliaan Allah (Ayat 7; Roma 3:23). Ketika mereka memakan buah tersebut. Mereka bukannya jadi Allah, malahan mereka mendapati diri mereka telanjang. Mereka yang sebelumnya penuh kemuliaan Allah, kini telah kehilangan kemuliaan Allah

2. Manusia terpisah dari Allah (Ayat 8; Roma 6:23a). Akibat dari dosa adalah keterpisahan dengan Allah. Sudah ada jarak yang memisahkan manusia dengan Allah. Ini yang sering disebut kematian secara rohani, yakni terpisah dengan Allah untuk selama-lamanya.

3.  Komunikasi Manusia dengan Allah menjadi tidak nyambung dan relasi antar sesama menjadi rusak (ayat 9-13)

 

II.     RENCANA KESELAMATAN ALLAH (KEJ. 3:14-15)

A. Hukuman kepada ular/iblis (ayat 14)

B. Keselamatan Allah melalui keturunan perempuan (Nubuatan tentang kedatangan Mesias – Yesus Kristus) ayat 15. Pada (ayat 15) inilah kita dapat melihat pertama kali nubuatan tentang kedatangan juruselamat kedalam dunia. Allah mengatakan bahwa Keturunan ular akan bermusuhan dengan keturunan dari perempuan. Ini berbicara tentang Penderitaan yang akan dialami Yesus kristus dan kemenangan-Nya atas maut. Nubuat tentang tumit dari keturunan perempuan akan diremukan, berbicara tentang Penderitaan dan kematian Yesus dalam karya penebusan dosa. Lalu apakah hal ini menjadi kemenangan bagi ular karena berhasil meremukan tumit Yesus atau berhasil membuat Yesus menderita dan terbunuh? Justru tidak. Yesus kemudian bangkit dari kematian. Ini menjawab nubuatan bahwa keturunan dari perempuan akan meremukan kepada ular. Artinya Yesus akan mengalahkan maut dan Iblis. Jadi kita dapat dipulihkan hubungan, relasi, dan kehidupan kita dengan Allah, jika percaya kepada Yesus.  

 

III.    KESIMPULAN

            harus sadar bahwa kita adalah manusia berdosa. Dosa memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan. Dimana dosa menjadi pemisah antara kita dengan Allah. Dosa juga merusak relasi kita dengan sesama. Karena dosa kita sedang dibayang-bayangi dengan katakutan akan penghakiman Allah yaitu maut (Roma 6;23a). Kita sedang berada dalam jalan yang menuju kepada kebinasaan. Namun karena kasih Allah yang besar maka Allah merancangkan sebuah rencana keselamatan yang digenapi-Nya dalam diri Yesus Kristus. Alkitab berkata: (Yohanes 5:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Alkitab juga berkata: (1 Yohanes 5:11-13) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Pertanyaanya: Apakah kamu telah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus? Apakah Yesus ada dalam hatimu? Jika kamu sudah benar-benar percaya dan Yesus ada dalam hatimu, maukah kamu hidup berkenan kepada-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya dengan tidak lagi diperhamba dosa?