"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia
mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia
menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya
lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu" (Yohanes 13:4-5)
I. APA ITU PEMIMPIN KRISTEN?
Dalam pandangan kristen pemimpin adalah seseorang yang dipilih Tuhan menjadi penatalayan Allah yang baik dan bertanggungjawab. Penatalayan artinya kita dipercayakan oleh Tuhan untuk mengatur dan mengelola semua sumber daya ada untuk kemuliaan Tuhan.
II.
HAL-HAL YANG
HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN KRISTEN
1. Memiliki kerendahan hati untuk melayani sesama
(Yohanes 13:4a)
“Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya… (Yohanes 13:4a)”. Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana seharusnya kita menjadi seorang pemimpin. Yesus merendahkan dirinya dengan menanggalkan jubah-Nya. Kata ”JUBAH” dalam ayat 4a ini adalah bentuk jamak (lebih dari satu), menunjukan bahwa Yesus melepaskan pakaian bagian luar-Nya. Hal ini ditekankan oleh Yohanes sebagai gambaran tentang sebuah kerendahan hati yang ditunjukan Yesus kepada para murid. Sekaligus juga ini contoh agar para murid melakukan hal yang sama.
2. Memiliki Inisiatif
dengan tidak berfokus pada kedudukan/jabatan (Yohanes 13:4b-5)
“Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi… (Yohanes 13:4b-5a)”. Yesus dalam ayat ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi semua pemimpin Kristen agar memiliki Insiatif. Inisiatif disini berarti seorang pemimpin harus mau untuk memulai. Jadi seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah dan kemudian lepas tangan, tetapi dia harus terlebih dahulu memberikan teladan dan contoh yang benar itu seperti apa.
3. Memiliki tekad menyelesaikan apa yang telah dimulai dan dipercayakan kepadanya (Yohanes 13:5b). “… dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu” (Yohanes 13:5b) . Banyak orang bisa memulai namun sedikit bisa menyelesaikannya. Yesus pada bagian akhir ini, memberikan teladan kepada kita, bahwa apa yang kita mulai harus diselesaikan sampai akhir dengan baik. Yesus bukan hanya mencuci kaki para murid, tetapi Dia juga sampai menyekanya dengan kain. Ini menunjukan bahwa dalam mengerjakan sesuatu haruslah diselesaikan sampai tuntas.
Pada poin ke-3 ini
saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang pelari Marathon yang
bernama John Akwari (seorang pelari marathon asal Tanzania).
Pada tahun 1968 diadakan sebuah olimpiade mexico. Perlombaan
dimulai pagi hari, dan ketika menjelang sore para pelari sudah mulai mencapai
garis finish. Setelah itu diumumkanlah juara dan pemberian medali kepada yang
berhasil meraih juara. Beberapa jam kemudian ketika hari sudah mulai malam dan
banyak penoton telah meninggalkan stadion. Tiba-tiba muncul seorang pelari yang
berlari tertatih-tatih dengan kaki yang dibalut perban diiringi oleh beberapa
petugas. Tetapi John akwari tetap berlari untuk menyelesaikan lomba, akhinya
dia bisa mencapai garus finish. Beberapa awak media yang melihat kejadian itu
kemudian bertanya kenapa John Akwari “Kamu tahu bahwa beberapa jam yang lalu,
lomba marathon telah ditutup secara resmi dan hampir semua orang telah
meninggalkan stadion perlombaan, tapi kenapa anda tidak berhenti saja, karena
bukankah pada akhirnya anda tidak juara? “John
akwari kemudian menjawab dengan berkata: “Negara saya tidak mengirim saya hanya
untuk memulai lomba, tapi mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan.”
Meskipun john akwari tidak mendapatkan juara, tapi karena komitmennya ini,
akhirnya pada tahun 1983 dia dianugerahi Medali Pahlawan Nasional oleh
pemerintah Tanzania. Dan menjadi inspirasi dalam dunia lari marathon, sehingga
banyak di undang dalam acara-acara besar untuk memberikan motivasi.
III.
KESIMPULAN


0 komentar:
Dí lo que piensas...