Minggu, 01 November 2020

Kepemimpinan Kristen

"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat  pada pinggang-Nya itu" (Yohanes 13:4-5)

 

I.       APA ITU PEMIMPIN KRISTEN?

    Dalam pandangan kristen pemimpin adalah seseorang yang dipilih Tuhan menjadi penatalayan Allah yang baik dan bertanggungjawab. Penatalayan artinya kita dipercayakan oleh Tuhan untuk mengatur dan mengelola semua sumber daya ada untuk kemuliaan Tuhan.

 

II.     HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

1.  Memiliki kerendahan hati untuk melayani sesama (Yohanes 13:4a)

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya… (Yohanes 13:4a)”. Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana seharusnya kita menjadi seorang pemimpin. Yesus merendahkan dirinya dengan menanggalkan jubah-Nya. Kata ”JUBAH” dalam ayat 4a ini adalah bentuk jamak (lebih dari satu), menunjukan bahwa Yesus melepaskan pakaian bagian luar-Nya. Hal ini ditekankan oleh Yohanes sebagai gambaran tentang sebuah kerendahan hati yang ditunjukan Yesus kepada para murid. Sekaligus juga ini contoh agar para murid melakukan hal yang sama.


2.   Memiliki Inisiatif dengan tidak berfokus pada kedudukan/jabatan (Yohanes 13:4b-5)

Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi… (Yohanes 13:4b-5a)”. Yesus dalam ayat ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi semua pemimpin Kristen agar memiliki Insiatif. Inisiatif disini berarti seorang pemimpin harus mau untuk memulai. Jadi seorang pemimpin tidak hanya memberikan perintah dan kemudian lepas tangan, tetapi dia harus terlebih dahulu memberikan teladan dan contoh yang benar itu seperti apa.

 

3.   Memiliki tekad menyelesaikan apa yang telah dimulai dan dipercayakan kepadanya (Yohanes 13:5b). “… dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu” (Yohanes 13:5b) . Banyak orang bisa memulai namun sedikit bisa menyelesaikannya. Yesus pada bagian akhir ini, memberikan teladan kepada kita, bahwa apa yang kita mulai harus diselesaikan sampai akhir dengan baik. Yesus bukan hanya mencuci kaki para murid, tetapi Dia juga sampai menyekanya dengan kain. Ini menunjukan bahwa dalam mengerjakan sesuatu haruslah diselesaikan sampai tuntas.

 

Pada poin ke-3 ini saya akan menceritakan sebuah kisah nyata dari seorang pelari Marathon yang bernama John Akwari (seorang pelari marathon asal Tanzania).

 

Pada tahun 1968 diadakan sebuah olimpiade mexico. Perlombaan dimulai pagi hari, dan ketika menjelang sore para pelari sudah mulai mencapai garis finish. Setelah itu diumumkanlah juara dan pemberian medali kepada yang berhasil meraih juara. Beberapa jam kemudian ketika hari sudah mulai malam dan banyak penoton telah meninggalkan stadion. Tiba-tiba muncul seorang pelari yang berlari tertatih-tatih dengan kaki yang dibalut perban diiringi oleh beberapa petugas. Tetapi John akwari tetap berlari untuk menyelesaikan lomba, akhinya dia bisa mencapai garus finish. Beberapa awak media yang melihat kejadian itu kemudian bertanya kenapa John Akwari “Kamu tahu bahwa beberapa jam yang lalu, lomba marathon telah ditutup secara resmi dan hampir semua orang telah meninggalkan stadion perlombaan, tapi kenapa anda tidak berhenti saja, karena bukankah pada akhirnya anda tidak juara? “John akwari kemudian menjawab dengan berkata: “Negara saya tidak mengirim saya hanya untuk memulai lomba, tapi mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan.” Meskipun john akwari tidak mendapatkan juara, tapi karena komitmennya ini, akhirnya pada tahun 1983 dia dianugerahi Medali Pahlawan Nasional oleh pemerintah Tanzania. Dan menjadi inspirasi dalam dunia lari marathon, sehingga banyak di undang dalam acara-acara besar untuk memberikan motivasi.

 

III.    KESIMPULAN

        Yesus Kristus telah memberikan teladan kepada kita bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin. Pertanyaanya? Maukah kita meneladani apa yang Yesus lakukan? Siapkah kita untuk mengerjakan apa yang dia akan percayakan kepada kita? Siapkah Kamu dipilih menjadi pemimpin muda kristen? Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

0 komentar:

Dí lo que piensas...