Sejauh apapun kita pergi, rumah adalah tujuan akhir untuk kembali (I.Y.K)
Setelah pengabdian panjang selama 2,5 tahun, akhirnya perjumpaan bersama keluarga akan segera terjadi. Sukacitanya sampai merasuk kedalaman hati sanubari. Jiwaku pun ingin berkata: "hai hati, lelah dan rindumu akan segera terobati. Tenanglah sejenak untuk menanti pelukan hangat dari orang yang kau kasihi. Kini pertemuan itu segera terjadi."
Pengkhotbah berkata: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya" (Pengkhotbah 3:1). Mengenang perpisahan yang sudah terjadi pasti akan memunculkan hati yang rindu, gelisah, dan bahkan mungkin menyakitkan. Tapi ketika tiba waktu pertemuan, semua perasaan itu tergantikan dengan sukacita yang sangat besar. Waktu Tuhan adalah yang terbaik dan terindah. Terbaik dan terindah bagi mereka yang telah belajar untuk bersabar, berharap, dan setia.
Akhir dari cerita ini: Aku telah kembali ! Aku pun meyakini ada cerita baru yang Tuhan telah siapkan untuk ku tulis dengan buku dan pena yang baru. God is good all the time.
Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K


0 komentar:
Dí lo que piensas...