Jumat, 26 Juli 2019

Ratapan Anak Rantau


Jiwaku terbuka untuk-Mu Tuhan. Meskipun saya harus mengalami banyak ujian dan pencobaan selama pelayanan ini, Engkau tak pernah meninggalkan dan membiarkanku. Penderitaan merupakan santapan harianku ditempat pelayanan. Tapi sukacita dan damai sejahtera seperti mata air yang terus mengalir tak henti-hentinya dalam diriku. Benar ya Tuhan, Engkau adalah air hidup itu. Ketika jiwaku meraung-raung kehausan, Engkau memberikan kelegaan dengan air segar-Mu. Oh Tuhan, berapa lama lagi, berapa lama masa hidupku? Apakah saya bisa menikmati hidup lebih lama lagi? “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)”.

Cinta-Mu memenuhi hatiku. Tak ada yang bisa membendung tubuh dan jiwaku mengespresikan cinta itu. Kesakitan, kekecewaan, dan penolakan pun tidak bisa menghentikannya. Dengan apakah kan kubalas segala kebaikan-Mu? ku ingin menyembah-Mu, memasyurkan kuasa-Mu. Ini kerinduanku Tuhan, berdiam diri dan merasakan dekapan pelukan-Mu. Biarpun bersukacita orang-orang yang tak mengenal kasih-Mu, pada akhirnya juga penyesalan kekal akan mereka terima.

Dalam kekurangan ada kelebihan yaitu kasih dan pengharapan. Dalam penyesalan dan pertobatan, Engkau memberikan anugerah dan janji sebuah kehidupan abadi. Jika hari ini jalannya penuh kerikil tajam, debuhnya seperti bauh kehinaan menurut pandangan manusia, aku akan tetap berjalan dengan pandangan tepat di depan mata memandang salib-Mu. Dan mengatakan Puji Tuhan “God is good”, selamanya Dia Allah yang baik. Haleluya, pujilah Tuhan.!



Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...