Jiwaku terbuka untuk-Mu
Tuhan. Meskipun saya harus mengalami banyak ujian dan pencobaan selama
pelayanan ini, Engkau tak pernah meninggalkan dan membiarkanku. Penderitaan
merupakan santapan harianku ditempat pelayanan. Tapi sukacita dan damai sejahtera
seperti mata air yang terus mengalir tak henti-hentinya dalam diriku. Benar ya
Tuhan, Engkau adalah air hidup itu. Ketika jiwaku meraung-raung kehausan,
Engkau memberikan kelegaan dengan air segar-Mu. Oh Tuhan, berapa lama lagi,
berapa lama masa hidupku? Apakah saya bisa menikmati hidup lebih lama lagi? “Ajarlah
kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang
bijaksana (Mazmur 90:12)”.
Cinta-Mu memenuhi hatiku. Tak
ada yang bisa membendung tubuh dan jiwaku mengespresikan cinta itu. Kesakitan,
kekecewaan, dan penolakan pun tidak bisa menghentikannya. Dengan apakah kan kubalas
segala kebaikan-Mu? ku ingin menyembah-Mu, memasyurkan kuasa-Mu. Ini
kerinduanku Tuhan, berdiam diri dan merasakan dekapan pelukan-Mu. Biarpun
bersukacita orang-orang yang tak mengenal kasih-Mu, pada akhirnya juga
penyesalan kekal akan mereka terima.
Dalam kekurangan ada
kelebihan yaitu kasih dan pengharapan. Dalam penyesalan dan pertobatan, Engkau memberikan
anugerah dan janji sebuah kehidupan abadi. Jika hari ini jalannya penuh kerikil
tajam, debuhnya seperti bauh kehinaan menurut pandangan manusia, aku akan tetap
berjalan dengan pandangan tepat di depan mata memandang salib-Mu. Dan
mengatakan Puji Tuhan “God is good”, selamanya
Dia Allah yang baik. Haleluya, pujilah Tuhan.!
Soli Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...