“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan
manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna.”
(Roma 12:2)
Ketika saya melihat seekor ulat yang hidup di atas ranting pohon
atau di atas dedaunan, saya menganggap ulat tersebut lemah, tidak indah dan
hanyalah salah satu jenis hama pada tumbuhan. Tetapi ketika ulat tersebut telah
berubah menjadi kepompong dan kemudian menjadi seekor kupu-kupu, wahh. Ternyata
sangat mengagumkan keindahan dan kemampuannya. Ulat yang tadinya terlihat tidak
elok, kini berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dengan warna-warni pada
sayapnya. Dia yang dulunya diangap lemah kini memiliki kemampuan untuk bisa
terbang kesana kemari. Proses dari ulat menjadi kupu-kupu ini dinamakan proses
transformasi (metamorfosis).
Proses transformasi ini seharusnya juga terjadi dalam diri
manusia. Saya dan Anda harus mengalami transformasi. Transformasi yang dimaksud
mencakup seluruh aspek kehidupan, baik perubahan cara pandang (Worldview),
perubahan sikap (Attitude), dan juga perubahan kerohanian (Spiritual).
Semua hal ini menuju kepada keserupaan akan Kristus. Sehingga dalam kehidupan,
setiap orang yang berjumpah dengan kita dapat melihat cahaya kemuliaan Allah
(Matius 5:16).
Soli Deo Gloria.

0 komentar:
Dí lo que piensas...