“Tetapi ketika di rasanya tiupan
angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ”Tuhan, tolonglah aku !”
segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang
kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 4:29-30)
Gelombang hidup yang silih berganti menerpa
perjalanan pelayanan saya, membuat saya mulai tenggelam dalam kelemahan dan
kebimbangan. Saya semakin menyadari bahwa, kedewasaan iman bisa dilihat ketika
menghadapi masalah atau kesulitan. Apakah hanya saya yang mengalami hal seperti
ini ? ternyata tidak. Semua orang yang mengikut Yesus akan mengalami proses
pendewasaan iman. Proses ini terjadi melalui ujian dan pencobaan dalam hidup.
Hanya iman yang sungguh kepada Kristuslah yang membuat kita akan keluar sebagai
pemenang.
Rasul Petrus pernah mengalami kebimbangan,
karena dia kurang percaya kepada Yesus. Kebimbangannya ini, mengakibatkan dia
mulai tenggelam ke dalam lautan. Disisi yang lain, Alkitab kemudian
menceritakan kisah yang berbeda. Setelah Roh Kudus turun keatas para murid pada
hari pentakosta, mereka menjadi sangat berani. Roh Kudus membuat para murid
termasuk Petrus memiliki keyakinan (iman) yang sungguh pada Kristus.
Kepercayaan Petrus yang sungguh pada Kristus membuat dia melakukan banyak
mujizat dan memberitakan injil dengan berani.
Kristus mengangkatku dari gelombang
samudera, ini adalah pengalaman iman saya bersama-Nya. Ketika saya berduka
karena kehilangan orang yang saya kasihi, mengalami kelemahan tubuh, bahkan
ketika iman saya mulai kendor, Allah menolongku. Dia tidak hanya menjadi Allah
dari jauh yang melihat dari tahta sorga-Nya yang kudus, melainkan Allah dari
dekat yang datang ke dalam dunia menyelamatkan yang terhilang melalui Yesus
Kristus. Jikalau Dia mampu mengangkatku, demikian juga dengan diri anda.
Pertanyaannya sudahkan anda percaya dengan sungguh kepada-Nya?


0 komentar:
Dí lo que piensas...