“Ada
teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib
dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24).
Manusia
disebut juga makhluk sosial, oleh karena manusia membutuhkan orang lain untuk bisa
hidup. Dalam kitab Kejadian 1 dan 2, kita melihat Allah menciptakan manusia tidak
seorang diri saja. Allah menciptakan manusia dengan seorang penolong di
sampingnya. Hal ini menunjukan bahwa manusia di desain Allah untuk membangun
sebuah persekutuan/komunitas dengan sesamanya. Dalam persekutuan dengan sesama,
kita akan dipertemukan dengan seseorang yang memiliki hubungan erat dengan
kita. Orang tersebut biasanya kita sebut sahabat karib. Sahabat adalah dia yang
memiliki ikatan kasih dengan kita. Bukan hanya itu, seorang sahabat akan mampu
menyatakan keadilan lewat teguran, peringatan, dan nasehat yang membangun untuk
kebaikan kita. Jadi mereka yang hanya ada ketika kita berbahagia, tetapi tidak
mau menegur kita ketika berbuat dosa, dia bukanlah seorang sahabat.
Saya memiliki seorang sahabat yang
bahkan lebih dekat daripada saudara saya sendiri. Kami memiliki beberapa kisah
perjalanan hidup di masa kecil yang lucu dan unik. Saya teringat suatu kejadian
ketika kami berdua ingin berkeliling beberapa kampung dengan menggunakan sepeda
mini. Waktu itu kami berdua menggunakan sepeda mini dengan mengenakan helem standar
sepeda motor. Banyak orang yang melihat hal itu kemudian tertawa. Saya juga
teringat suatu kejadian ketika dulu kami berdua hampir di tembak oleh orang
tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi ketika kami pulang dari menjaga durian
diwaktu malam. Ketika dalam perjalanan pulang, kami merasa sedang diikuti oleh mobil
dari belakang. Ketika kami sampai di tempat sunyi, tiba-tiba mobil itu mau
mencegat kami dan seseorang mengeluarkan pistol yang ditutupi kain. Secara
cepat sahabat saya melihat senjata tersebut, dan motor yang kami gunakan langsung
di larikan dengan sangat cepat. Bersyukur karena kami bisa selamat dari bahaya
maut tersebut. Namun, sampai saat ini kejadian itu menjadi ingatan yang tidak
bisa saya lupakan. Meskipun sekarang jarak telah memisahkan kami, namun ikatan
kasih sebagai seorang sahabat membuat kami masih terus saling menolong,
menasehati, dan menguatkan sampai saat ini.
Apakah Anda memiliki seorang sahabat
karib dalam hidupmu? jika ya bersyukurlah atas hal tersebut. Terlepas dari
semua sahabat kita di dunia ini, ada satu sahabat sejati yang tidak pernah
membiarkan dan meninggalkan kita. Ia adalah Yesus Kristus. Yesus berkata: “Aku menyebut kamu sahabat, karena
Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari
Bapa-Ku” (Yoh. 15:15). Bahkan Yesus relah mati untuk Anda dan saya
(sahabat-sahabat-Nya). Oleh karena itu tidak ada kasih yang lebih besar
daripada kasih Yesus. Pertanyaannya, sudakah Yesus menjadi sahabatmu?
Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K


0 komentar:
Dí lo que piensas...