Kamis, 13 Februari 2020

Kasih Seorang Sahabat

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara” (Amsal 18:24).

              Manusia disebut juga makhluk sosial, oleh karena manusia membutuhkan orang lain untuk bisa hidup. Dalam kitab Kejadian 1 dan 2, kita melihat Allah menciptakan manusia tidak seorang diri saja. Allah menciptakan manusia dengan seorang penolong di sampingnya. Hal ini menunjukan bahwa manusia di desain Allah untuk membangun sebuah persekutuan/komunitas dengan sesamanya. Dalam persekutuan dengan sesama, kita akan dipertemukan dengan seseorang yang memiliki hubungan erat dengan kita. Orang tersebut biasanya kita sebut sahabat karib. Sahabat adalah dia yang memiliki ikatan kasih dengan kita. Bukan hanya itu, seorang sahabat akan mampu menyatakan keadilan lewat teguran, peringatan, dan nasehat yang membangun untuk kebaikan kita. Jadi mereka yang hanya ada ketika kita berbahagia, tetapi tidak mau menegur kita ketika berbuat dosa, dia bukanlah seorang sahabat.

Saya memiliki seorang sahabat yang bahkan lebih dekat daripada saudara saya sendiri. Kami memiliki beberapa kisah perjalanan hidup di masa kecil yang lucu dan unik. Saya teringat suatu kejadian ketika kami berdua ingin berkeliling beberapa kampung dengan menggunakan sepeda mini. Waktu itu kami berdua menggunakan sepeda mini dengan mengenakan helem standar sepeda motor. Banyak orang yang melihat hal itu kemudian tertawa. Saya juga teringat suatu kejadian ketika dulu kami berdua hampir di tembak oleh orang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi ketika kami pulang dari menjaga durian diwaktu malam. Ketika dalam perjalanan pulang, kami merasa sedang diikuti oleh mobil dari belakang. Ketika kami sampai di tempat sunyi, tiba-tiba mobil itu mau mencegat kami dan seseorang mengeluarkan pistol yang ditutupi kain. Secara cepat sahabat saya melihat senjata tersebut, dan motor yang kami gunakan langsung di larikan dengan sangat cepat. Bersyukur karena kami bisa selamat dari bahaya maut tersebut. Namun, sampai saat ini kejadian itu menjadi ingatan yang tidak bisa saya lupakan. Meskipun sekarang jarak telah memisahkan kami, namun ikatan kasih sebagai seorang sahabat membuat kami masih terus saling menolong, menasehati, dan menguatkan sampai saat ini.

Apakah Anda memiliki seorang sahabat karib dalam hidupmu? jika ya bersyukurlah atas hal tersebut. Terlepas dari semua sahabat kita di dunia ini, ada satu sahabat sejati yang tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Ia adalah Yesus Kristus. Yesus berkata: Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh. 15:15). Bahkan Yesus relah mati untuk Anda dan saya (sahabat-sahabat-Nya). Oleh karena itu tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih Yesus. Pertanyaannya, sudakah Yesus menjadi sahabatmu?


Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K

0 komentar:

Dí lo que piensas...