“Karena
masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”.
(Amsal
23:18)
Saya mengenal seorang anak muda yang
telah menginspirasi banyak orang. Sebelum ia menjadi seperti saat ini, dimasa
mudanya ia pernah melalui masa hidup yang kelam. Dia pernah menjalani kehidupan
jalanan yang penuh kekerasan. Ia juga sempat merasakan jeruji besi karena
kehidupannya itu. Sampai kemudian, sakit membawanya pada sebuah kehidupan yang
mengubahkan. Ia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Kecelakaan
itu telah meninggalkan sebuah kenangan yang tak terlupakan pada salah satu
anggota tubuhnya. Tapi singkat kata, itulah awal dimana ia bisa merasakan hidup
yang sebenarnya.
Saat ini, sosok anak muda itu telah
memberi dampak positif bagi banyak orang.
Ia telah meluangkan waktunya untuk menginspirasi banyak anak muda. Dia
pernah berkata “Harus ada pengorbanan
besar untuk sebuah cita-cita yang besar”. Dia mempunyai visi yang jelas
untuk masa depannya. Oleh karena itu, demi cita-citanya yang besar, ia relah
mengorbankan beberapa pencapaiannya untuk menggapai apa yang telah ia tetapkan.
Satu kata kunci yang ia pegang: “Mantapkan
Langkah Pertama”.
Banyak anak muda di zaman sekarang punya
potensi besar, namun enggan untuk mengambil langkah pertama. Segudang harapan
dimimpikan dan ingin dicapai, tetapi realitanya tidak berani melangkah dan
mengambil keputusan. Kita tidak berani mengambil resiko, oleh karena itu tidak
bisa memantapkan langkah pertama. Padahal langkah pertama sangat penting untuk
langkah-langkah selanjutnya. Tanpa langkah pertama tidak akan pernah ada
langkah kedua dan langkah seterusnya. Firman Tuhan berkata “Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman
TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk
memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11). Jadi,
apa lagi yang perlu kita ragukan, segeralah mantapkan langkah pertamamu.
Gapailah cita-citamu, dan percayalah Tuhan pasti menyertai.
Soli
Deo Gloria.
by. I.Y.K


0 komentar:
Dí lo que piensas...