Senin, 10 Februari 2020

CORONA (Cinta Orang-orang Merana)

“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina” (Raja Salomo).

Cinta adalah salah satu kata yang paling banyak ditulis dan ucapkan oleh manusia. Bahkan kalau kita mencari kata kunci untuk cinta di media sosial seperti twitter dan instagram, kata ini pernah digunakan oleh ratusan juta orang untuk mendukung statusnya. Bahkan di dunia nyata, tidak jarang kasus kekerasan yang berujung pembunuhan disebabkan karena masalah cinta. Sedemikian krisiskah manusia dengan cinta? Apakah kita dapat memiliki cinta yang sejati, sehingga orang-orang tidak lagi merana karenanya?

Raja Salomo adalah orang yang paling bijaksana yang pernah membahas tentang cinta. Menurutnya “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina”. Cinta ibaratkan api abadi yang tak terpadamkan. Cinta juga seperti batu karang yang kokoh yang tak dapat dihanyutkan oleh air sungai. Bahkan sekalipun banyak orang berlomba-lomba karena cinta, namun pada akhirnya mereka tak dapat menyelami arti cinta sejati. Oh cinta, sesulit itukah manusia memahamimu?

Manusia memang tidak dapat memahami arti cinta sejati. Namun, syukur karena cinta sejatilah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia. Firman Tuhan berkata: “God is love - Allah adalah cinta (1 Yoh. 4:8b). Karena begitu besar [cinta ] Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Allah adalah cinta sejati. Melalui Yesus Kristus, Ia menyatakan diri-Nya kepada manusia. Bukankah hal ini sangat menakjubkan? orang-orang yang merana karena cinta, kini bisa merasakan cinta yang sejati dalam dirinya. Pertanyaannya, maukah Anda menerima cinta sejati itu?

Soli Deo Gloria.
by. I.Y.K

1 komentar:

Idul Yasri Koyongkam

Hahahaha. Sudah diperbaiki.

Dí lo que piensas...