Selasa, 04 Juni 2019

Saya Pasti Benar Kamu Yang Salah


"Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. (Lukas 6:37)

       Saya memiliki beberapa pengalaman dengan seseorang yang saya kasihi tentang memposting foto di media sosial (medsos). Menurut saya seseorang yang suka memposting foto atau video di medsos dengan jumlah yang banyak adalah orang yang ingin dipuji. Mereka yang ingin dipuji dengan cara demikian adalah sikap aktualisasi diri yang berlebihan. Dan memang saya tidak suka cara demikian.

Namun apakah dengan demikian, pemikiran seperti ini membuktikan bahwa saya yang benar dan orang itu yang salah ? Sifat, kepribadian, hobi, dan selera dari tiap-tiap orang pasti berbeda. Sebenarnya ini sangat berkaitan dengan cara pandang seseorang akan suatu hal. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mengkomunikasikan kasih tanpa harus menghakimi jika terjadi hal yang berbeda. Kita perlu hati-hati menilai seseorang berdasarkan perspektif kita sendiri. Karena bukankah kita juga tidak ingin dihakimi ?

Hal yang dapat kita lakukan adalah belajar untuk mendengar dan memahami perspektif orang lain. Kita tidak harus bersikap arogan hanya supaya orang lain mengikuti keinginan kita. Saya telah belajar hal ini, dan saya bersyukur Tuhan begitu murah hati sehingga saya bisa terus belajar tentang mengasihi tanpa menghakimi.

Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...