"Perpisahan bisa menjadi sukacita dan kebahagiaan yang tak terlupakan
ketika ujian jarak dan waktu terlewati." (Y.I)
Mengutip kata bijak dari seorang gadis muda yang telah lama terpisah dengan kekasihnya. Dia mengatakan "Hanya jarak yang memisahkan kita saat ini tapi suatu saat nanti waktu akan mempertemukan kita kembali". Ungkapan ini tentu menjadi kerinduan sekaligus komitmen dari gadis muda ini, untuk bertahan dan setia dalam penantian. Baginya perpisahan merupakan ujian kesetiaan, menumbuhkan rasa percaya, dan tantangan untuk tetap saling mendoakan.
Sebagai
anak muda Kristen yang telah berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan
seseorang, perpisahan tentu menjadi sesuatu yang sangat memberatkan hati.
Perpisahan yang dimaksud adalah soal tidak bertemunya seorang perempuan atau
laki-laki dengan pasangannya dalam jangka waktu yang lama. Tetapi disisi lain
perpisahan seperti ini bisa menjadi kekuatan untuk mematangkan komitmen
terhadap pasangan kita. Memang ini bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi
perpisahan bisa menjadi sarana untuk menguji kesetiaan seseorang.
Alkitab
mengatakan "Salah satu hal yang dituntut TUHAN daripada kita adalah
mencintai kesetiaan" (Mikha 6:8). Ketahuilah akhir daripada perpisahan
yang panjang dengan tetap bertahan dalam kesetiaan adalah kebahagiaan dan
sukacita yang tidak terlupakan. Oleh karena itu Alkitab mengatakan "Akhir
suatu hal lebih baik dari pada awalnya (Pengkhotbah 7:8)". Kiranya dalam
penantian, kita tetap rendah hati dan sabar. Percayalah semuanya akan indah
pada waktu-Nya.
Soli
Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...