Minggu, 16 Juni 2019

Perpisahan Adalah Ujian Kesetiaan

"Perpisahan bisa menjadi sukacita dan kebahagiaan yang tak terlupakan 
ketika ujian jarak dan waktu terlewati." (Y.I)

        Mengutip kata bijak dari seorang gadis muda yang telah lama terpisah dengan kekasihnya. Dia mengatakan "Hanya jarak yang memisahkan kita saat ini tapi suatu saat nanti waktu akan mempertemukan kita kembali". Ungkapan ini tentu menjadi kerinduan sekaligus komitmen dari gadis muda ini, untuk bertahan dan setia dalam penantian. Baginya perpisahan merupakan ujian kesetiaan, menumbuhkan rasa percaya, dan tantangan untuk tetap saling mendoakan.

Sebagai anak muda Kristen yang telah berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan seseorang, perpisahan tentu menjadi sesuatu yang sangat memberatkan hati. Perpisahan yang dimaksud adalah soal tidak bertemunya seorang perempuan atau laki-laki dengan pasangannya dalam jangka waktu yang lama. Tetapi disisi lain perpisahan seperti ini bisa menjadi kekuatan untuk mematangkan komitmen terhadap pasangan kita. Memang ini bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi perpisahan bisa menjadi sarana untuk menguji kesetiaan seseorang.

Alkitab mengatakan "Salah satu hal yang dituntut TUHAN daripada kita adalah mencintai kesetiaan" (Mikha 6:8). Ketahuilah akhir daripada perpisahan yang panjang dengan tetap bertahan dalam kesetiaan adalah kebahagiaan dan sukacita yang tidak terlupakan. Oleh karena itu Alkitab mengatakan "Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya (Pengkhotbah 7:8)". Kiranya dalam penantian, kita tetap rendah hati dan sabar. Percayalah semuanya akan indah pada waktu-Nya.

Soli Deo Gloria.


0 komentar:

Dí lo que piensas...