"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7)
Kekuatiran merupakan hal yang manusiawi. Tidak ada manusia selain Yesus yang tidak pernah kuatir. Salah satu ciri-ciri dari orang yang kuatir yaitu tidak bisa tenang, dan biasanya hal ini ditunjukan dengan perasaan gestur tubuh yang gelisah. Mengapa manusia memiliki kekuatiran dalam dirinya ? karena dosa. Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kekuatiran merupakan akibat dari dosa yang melekat dalam diri manusia.
Saya menyadari bahwa menghilangkan perasaan kuatir tidaklah mudah. Menurut saya ini adalah perjuangan iman yang cukup panjang dari semua orang percaya. Meskipun kita mengaku percaya akan janji firman Tuhan yang berkata "Allah memberikan rancangan damai sejahtera kepada kita dan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11)." Tetapi realitanya kita sering kuatir akan pasangan hidup, pekerjaan, keuangan, dan lain sebagainya.
kekuatiran tidak akan menambah sehasta pada jalan hidup kita (artinya kekuatiran tidak bisa menyelesaikan masalah, malahan sebaliknya). Oleh karena itu Alkitab mengatakan "kita harus terus menerus bersedia dipimpin oleh Roh Kudus. Ketika Roh Kudus berkuasa dalam hidup kita dan diri kita turun tahta, Dia akan memberikan ketenangan dan pengharapan dalam hidup kita.
Soli Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...