Rabu, 21 Agustus 2019

Menghargai Keberadaan Diri


“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…"(Yesaya 43:4a)

Setiap orang harus menghargai keberadaan dirinya. Bukan untuk mengagungkan diri sendiri, melainkan mensyukuri akan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan menciptakan setiap manusia dengan sangat unik. Dari sekian milyar manusia di bumi, tak ada satupun manusia yang diciptakan dengan karakteristik yang sama persis. Bahkan saudara kembar sekalipun meski memiliki penampilan fisik yang sama, namun kepribadian atau karakter mereka pasti berbeda. Oleh karena itu hargailah keberadaan kita.

Mengapa kita harus menghargai keberadaan diri ? karena Allah menghargai Anda dan saya. Kalau kita bisa menghargai keberadaan diri, kemungkinan besar juga kita akan menghargai keberadaan orang lain. Ada tiga prinsip penting agar kita dapat menghargai keberadaan diri sendiri dan orang lain.

Kita  harus mengenal Sang Pencipta. Allah Tritunggal adalah pencipta. Tak ada satupun manusia yang dapat mendefinisikan dengan baik dan komprehensif keberadaan kita selain Allah itu sendiri. Melalui Yesus Kristus yang adalah inkarnasi Allah, kita mengerti keberadaan kita.

Menerima Yesus Kristus secara pribadi. Yesus Kristus adalah wujud dari gambar Allah yang sejati. Pada dasarnya gambar diri manusia telah rusak oleh dosa, sehingga sikap rendah diri yang berujung pada tidak menghargai diri sendiri merupakan dampak dari dosa. Hanya Yesus Kristus yang dapat memulihkan gambar diri yang rusak itu.

Bersedia dipenuhi dan dipimpin oleh Roh kudus. Dunia ini menawarkan begitu banyak kenikmatan yang semu.  Akan tetapi Roh kudus menuntun kita, pada semua kebenaran Allah yang kekal. Ketika kita bersedia dipenuhi dan dipimpin oleh Roh kudus, kehidupan kita akan penuh dengan buah dari Roh Kudus. Allah menghargai saya dan Anda, oleh karena itu Anda juga harus menghargainya.


Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...