“Ia
membuat segala sesuatu indah pada waktunya,…” (Pengkhotbah 3:11)
Wajar bagi seorang manusia merencanakan suatu hal yang baik
bagi hidupnya. Tetapi Alkitab telah menegaskan
“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana”
(Amsal 19:21). Tidak ada manusia yang ingin dirinya mengalami kegagalan,
masalah, keterpisahan dengan orang yang dikasihi, ataupun sakit penyakit. Tetapi
tahukah kita bahwa Allah sering menggunakan semua peristiwa itu untuk membentuk
hidup kita agar semakin serupa dengan Kristus. Seperti sebuah lirik lagu
mengatakan “Suka duka dipakainya untuk kebaikanku”. Waktu terbaik kita bersama
Allah adalah ketika kita sedang mengalami masalah dalam hidup. Saat tidak ada
lagi harapan yang bisa diandalkan dalam diri: baik harta, teman, keluarga,
kepintaran, dan kekuasaan, kemudian hanya Yesus satu-satunya harapan yang kita
miliki, maka disitulah kita akan menaikan penyembahan paling murni kita kepada
Allah.
Saya merasa bahwa waktu paling intim dalam penyembahan
adalah ketika saya sedang mengalami masalah. Ketika saya harus menahan rasa
rindu yang berkepanjangan, masalah dalam pelayanan yang terus menekan, kekecewaan,
dan persoalan lainnya, saat itulah saya bisa merasakan kehadiran Allah memenuhi
hati saya. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik menurut pandangan
Tuhan. Dunia yang telah tercemar oleh dosa menawarkan kebenaran yang relatif, dan
kebahagiaan yang semu. Jadi mempercayakan hidup pada Allah adalah kebijaksanaan.
Kita harus berserah dan menaklukan diri pada Kebenaran-Nya. Nantikan waktu
Tuhan, karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera. Maukah kita?
Soli
Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...