Jumat, 02 Agustus 2019

Waktu-NYA bukan Waktu-ku !


“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,…” (Pengkhotbah 3:11)

          Wajar bagi seorang manusia merencanakan suatu hal yang baik bagi hidupnya.  Tetapi Alkitab telah menegaskan “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana” (Amsal 19:21). Tidak ada manusia yang ingin dirinya mengalami kegagalan, masalah, keterpisahan dengan orang yang dikasihi, ataupun sakit penyakit. Tetapi tahukah kita bahwa Allah sering menggunakan semua peristiwa itu untuk membentuk hidup kita agar semakin serupa dengan Kristus. Seperti sebuah lirik lagu mengatakan “Suka duka dipakainya untuk kebaikanku”. Waktu terbaik kita bersama Allah adalah ketika kita sedang mengalami masalah dalam hidup. Saat tidak ada lagi harapan yang bisa diandalkan dalam diri: baik harta, teman, keluarga, kepintaran, dan kekuasaan, kemudian hanya Yesus satu-satunya harapan yang kita miliki, maka disitulah kita akan menaikan penyembahan paling murni kita kepada Allah.

          Saya merasa bahwa waktu paling intim dalam penyembahan adalah ketika saya sedang mengalami masalah. Ketika saya harus menahan rasa rindu yang berkepanjangan, masalah dalam pelayanan yang terus menekan, kekecewaan, dan persoalan lainnya, saat itulah saya bisa merasakan kehadiran Allah memenuhi hati saya. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik menurut pandangan Tuhan. Dunia yang telah tercemar oleh dosa menawarkan kebenaran yang relatif, dan kebahagiaan yang semu. Jadi mempercayakan hidup pada Allah adalah kebijaksanaan. Kita harus berserah dan menaklukan diri pada Kebenaran-Nya. Nantikan waktu Tuhan, karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera. Maukah kita?

Soli Deo Gloria.  

0 komentar:

Dí lo que piensas...