“Menghargai
pengorbanan orang lain, merupakan sikap hidup yang bijaksana di dalam
kesementaraan kehidupan di dunia.” (Y.I)
Ketika Anda membaca judul yang di bahas dalam topik ini,
mungkin Anda langsung teringat pada seseorang. Apakah itu orang tua, saudara
Anda, pasangan Anda atau orang lain yang Anda kenal. Setiap dari kita sebagian
besar pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seseorang. Tapi banyak
juga dari kita yang menganggap semua itu biasa saja oleh karena kita sering
menerima pemberian atau perlakuan seperti itu. Kita kemudian mengabaikan
hal-hal seperti ucapan terima kasih dan penghargaan akan pengorbanan orang
lain. Suatu saat ketika kita tidak mengalami hal yang sama barulah kita sadar
bahwa kita sudah kehilangannya. Betapa bodohnya kita karena telah mengabaikan
bagian penting ini.
Ada sebuah kisah nyata
dimana seorang Ayah hidup dengan seorang anak perempuannya. Mereka adalah
keluarga yang sederhana. Sejak ibu dari anak ini meninggal, ayahnya yang
mengurus segala sesuatu yang diperlukan oleh anak ini. Meski hidup sederhana
tetapi ayah dari anak ini selalu mengusahakan yang terbaik bagi anaknya. Ketika
anak ini menjadi remaja, dia ingin terlihat hidup mewah sehingga menuntut
ayahnya membelikan baju baru, sepatu, handphone mahal, dan hal-hal lainnya.
Jelas ayahnya tidak bisa memenuhi semua hal itu meski dia harus bekerja dengan
sangat keras. Anak perempuan ini kemudian selalu memarahi ayahnya karena tidak
bisa memenuhi keinginannya. Suatu ketika anak ini mengalami kecelakaan dan
membutuhkan darah yang banyak untuk operasi. Akan tetapi pasokan darah di rumah
sakit terbatas karena pada hari itu banyak pasien juga yang membutuhkan darah. Ayah
dari anak ini kemudian meminta dokter untuk mengambil darahnya sebanyak yang
mereka butuhkan. Beberapa minggu kemudian anak ini sadarkan diri, dia lalu
melihat ayahnya tidur di sampingnya. Dia akhirnya menyesal dengan perbuatannya
selama ini kepada ayahnya dan menangis. Ayahnya pun bangun dan menenangkan
anaknya.
Anaknya bertanya : Apa yang
terjadi dengan diri saya yah?
Ayah : Kamu mengalami kecelakaan nak.
Anak : Ayah, sudah berapa lama saya dirawat di rumah
sakit ini?
Ayah : Sudah hampir 3 minggu nak kamu tidak
sadarkan diri, dan dirawat di rumah sakit ini.
Anak : Bagaimana dengan biaya rumah sakit yah,
bukankah biayanya sangat mahal?
Ayah : Kamu tidak usah pikirkan soal itu nak. Selama
ini ayah tidak mengabulkan permintaanmu untuk membeli pakaian mahal, sepatu
bermerek, handphone terbaru, oleh karena ayah menabungnya untuk masa depanmu
nak. Ayah telah menabung cukup uang untuk pendidikanmu kedepan, dan juga
mendaftarkan dirimu dalam asuransi. Kamu tidak perlu kuatir lagi dengan biaya pengobatan
ketika kamu sakit. Kamu juga tidak perlu kuatir dengan biaya pendidikanmu kedepan.
Ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu.
Anak : Saya sangat menyesal yah.
Saya sudah menyulitkanmu selama ini. Saya anak yang tidak tahu berterima kasih.
Maafkan saya yah.
Ayah : Ayah memaafkanmu nak. Ayah sangat
menyayangimu. Kamu cepa sembuh ya?
Anak : Terima
kasih untuk pengorbananmu Ayah. Aku kini mendapatkan pelajaran berharga dari
ayah, yaitu harus bersyukur dan menghargai perngorbanan orang lain dalam
hidupku.
Kisah ini sangat menginspirasi saya, sekaligus
juga menjadi perenungan penting dalam hidup saya. Tetapi apakah kita harus
mengalami kecelakaan terlebih dahulu, baru kita menyadari betapa berharganya
pengorbanan orang lain dalam hidup kita? Ataukah kita harus kehilangan orang
yang kita kasihi, barulah kita menyadari pengorbanan mereka. Jangan sampai
terlambat menyadari semua ini. Hargai pengorbanan orang lain, selama kita masih
diberi kesempatan hidup dan bersama mereka. Maukah Anda melakukannya?
Soli Deo Gloria.
Soli Deo Gloria.

0 komentar:
Dí lo que piensas...