Jumat, 09 Agustus 2019

Hargai Pengorbanan Orang Lain


“Menghargai pengorbanan orang lain, merupakan sikap hidup yang bijaksana di dalam kesementaraan kehidupan di dunia.” (Y.I)

          Ketika Anda membaca judul yang di bahas dalam topik ini, mungkin Anda langsung teringat pada seseorang. Apakah itu orang tua, saudara Anda, pasangan Anda atau orang lain yang Anda kenal. Setiap dari kita sebagian besar pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seseorang. Tapi banyak juga dari kita yang menganggap semua itu biasa saja oleh karena kita sering menerima pemberian atau perlakuan seperti itu. Kita kemudian mengabaikan hal-hal seperti ucapan terima kasih dan penghargaan akan pengorbanan orang lain. Suatu saat ketika kita tidak mengalami hal yang sama barulah kita sadar bahwa kita sudah kehilangannya. Betapa bodohnya kita karena telah mengabaikan bagian penting ini.

     Ada sebuah kisah nyata dimana seorang Ayah hidup dengan seorang anak perempuannya. Mereka adalah keluarga yang sederhana. Sejak ibu dari anak ini meninggal, ayahnya yang mengurus segala sesuatu yang diperlukan oleh anak ini. Meski hidup sederhana tetapi ayah dari anak ini selalu mengusahakan yang terbaik bagi anaknya. Ketika anak ini menjadi remaja, dia ingin terlihat hidup mewah sehingga menuntut ayahnya membelikan baju baru, sepatu, handphone mahal, dan hal-hal lainnya. Jelas ayahnya tidak bisa memenuhi semua hal itu meski dia harus bekerja dengan sangat keras. Anak perempuan ini kemudian selalu memarahi ayahnya karena tidak bisa memenuhi keinginannya. Suatu ketika anak ini mengalami kecelakaan dan membutuhkan darah yang banyak untuk operasi. Akan tetapi pasokan darah di rumah sakit terbatas karena pada hari itu banyak pasien juga yang membutuhkan darah. Ayah dari anak ini kemudian meminta dokter untuk mengambil darahnya sebanyak yang mereka butuhkan. Beberapa minggu kemudian anak ini sadarkan diri, dia lalu melihat ayahnya tidur di sampingnya. Dia akhirnya menyesal dengan perbuatannya selama ini kepada ayahnya dan menangis. Ayahnya pun bangun dan menenangkan anaknya.

Anaknya bertanya : Apa yang terjadi dengan diri saya yah?
Ayah      : Kamu mengalami kecelakaan nak.
Anak      : Ayah, sudah berapa lama saya dirawat di rumah sakit ini?
Ayah      : Sudah hampir 3 minggu nak kamu tidak sadarkan diri, dan dirawat di rumah sakit ini.
Anak      : Bagaimana dengan biaya rumah sakit yah, bukankah biayanya sangat mahal?
Ayah   : Kamu tidak usah pikirkan soal itu nak. Selama ini ayah tidak mengabulkan permintaanmu untuk membeli pakaian mahal, sepatu bermerek, handphone terbaru, oleh karena ayah menabungnya untuk masa depanmu nak. Ayah telah menabung cukup uang untuk pendidikanmu kedepan, dan juga mendaftarkan dirimu dalam asuransi. Kamu tidak perlu kuatir lagi dengan biaya pengobatan ketika kamu sakit. Kamu juga tidak perlu kuatir dengan biaya pendidikanmu kedepan. Ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu.
Anak    : Saya sangat menyesal yah. Saya sudah menyulitkanmu selama ini. Saya anak yang tidak tahu berterima kasih. Maafkan saya yah.
Ayah      : Ayah memaafkanmu nak. Ayah sangat menyayangimu. Kamu cepa sembuh ya?
Anak   : Terima kasih untuk pengorbananmu Ayah. Aku kini mendapatkan pelajaran berharga dari ayah, yaitu harus bersyukur dan menghargai perngorbanan orang lain dalam hidupku.

          Kisah ini sangat menginspirasi saya, sekaligus juga menjadi perenungan penting dalam hidup saya. Tetapi apakah kita harus mengalami kecelakaan terlebih dahulu, baru kita menyadari betapa berharganya pengorbanan orang lain dalam hidup kita? Ataukah kita harus kehilangan orang yang kita kasihi, barulah kita menyadari pengorbanan mereka. Jangan sampai terlambat menyadari semua ini. Hargai pengorbanan orang lain, selama kita masih diberi kesempatan hidup dan bersama mereka. Maukah Anda melakukannya?

Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...