Kamis, 15 Agustus 2019

LDR2: Lama Ditinggal Rasanya Rindu


“… yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu” (1 Tesalonika 2:17).

Sebagian besar pasangan pernah mengalami hubungan jarak jauh, entah itu antar desa/kelurahan, kota/kabupaten, antar propinsi, atau bahkan antar Negara. Hubungan seperti ini tentu menimbulkan kerinduan yang besar dalam diri pasangan tersebut, apalagi jika ditinggalkan sampai bertahun-tahun lamanya. Sayapun merasakan hal yang sama dengan kekasih saya. Rasanya jika ada pintu seperti dalam serial cerita “Doraemon”, maka setiap waktu saya mau mengunjungi orang-orang yang saya sayangi. Tapi kenyataannya kerinduan tetaplah kerinduan yang harus dibalut dengan kesabaran. Jika tidak ada kesabaran dan saling pengertian, nantinya akan merusak hubungan jarak jauh tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen yang teguh dari masing-masing pasangan. Persoalan tentang kerinduan ini, akan menjadi keutungan atau merugikan sebuah hubungan. Orang ketiga bisa saja memanfaatkan peluang ini untuk mengisi kerinduan itu. Sehingga bagi pasangan yang tidak berkomitmen dengan sungguh-sungguh maka hubungan yang sudah dibina bisa dirusak oleh orang lain.

Menurut saya hal yang wajar jika dalam sebuah hubungan ada persoalan yang harus dihadapi. Justru hubungan yang tanpa persoalan bisa berbahaya bagi pasangan itu, oleh karena otot-otot emosi mereka tidak terlatih. Persoalan dalam hubungan jarak jauh tidak hanya berkaitan tentang kerinduan yang besar untuk berjumpa, akan tetapi masalah komunikasi juga sering menjadi pemicu dari renggangnya sebuah hubungan. Oleh karena itu kepercayaan terhadap pasangan, komitmen, dan keterbukaan sangatlah penting. Tetapi lebih daripada itu kasih kepada Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus menjadi dasar dari hubungan itu. Percayalah meski rindu itu berat, tetap setialah dalam proses itu. Karena semuanya akan berlalu dan menjadi indah pada waktu-Nya.

Salam Pejuang LDR.

Soli Deo Gloria.

1 komentar:

Unknown

Luar biasa pak Diki 👏

Dí lo que piensas...