Mengeluh tidak akan menyelesaikan
masalah tetapi memperburuk kondisi yang ada, karena itu bangkit dan berjuanglah
dengan pengharapan penuh pada Allah (Y.I).
Ketika
kesibukan kita semakin padat, tugas yang diberikan harus dikerjakan dengan
cepat, dan ditambah lagi masalah relasi kita dengan orang lain menjadi renggang,
hal ini akan sangat mudah membuat diri kita mengeluh dengan kondisi yang ada. Sebagian
besar orang terjebak dalam situasi seperti ini kemudian memilih untuk menyerah.
Kita seharusnya tidak menyerah dengan kondisi yang ada tetapi berserah pada
Allah. Menyerah adalah tanda ketidakdewasaan emosi dan kerohanian kita.
Sedangkan berserah kepada Allah adalah bukti ketergantungan kita kepada sumber
kekuatan sejati. Letak kekuatan sejati itu adalah Allah melalui janji firman-Nya.
Alkitab mengatakan “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah
menjadi keselamatanku” (Mazmur 118:14).
Disaat
kita jatuh, berserahlah kepada Allah. Jangan merasa hebat dengan kekuatan
sendiri. Bahkan seorang raja Salomo yang memiliki kekayaaan dan kuasa yang
besar mengatakan “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap
hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam
segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap
dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan” (Amsal
3:5-7).
Bangkit dan berjuanglah karena jika Allah
yang membuka pintu tidak ada satupun yang dapat menutupnya. Jika Allah yang
mengangkat kita, tak ada satupun yang dapat menurunkan kita. Jadi jangan
mengeluh, percayalah bahwa semua kondisi itu di ijinkan Tuhan untuk kebaikanmu.
Oleh karena itu Allah berjanji “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah
setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar,
sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13).

0 komentar:
Dí lo que piensas...