Senin, 05 Agustus 2019

Egoisme: Merugikan Diri Sendiri Dan Orang Lain


“Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:4)

          Pada dasarnya natur kita sebagai manusia, suka diri sendiri lebih unggul daripada orang lain. Selain itu kita sering mementingkan perasaan kita sebagai objek utama dibandingkan perasaan orang lain. Hal ini menunjukan sifat egoisme diri yang semakin mendominasi kehidupan kita. Tidak heran jika kita sering mengorbankan perasaan orang lain demi kepentingan diri kita sendiri.

          Suatu ketika ada seorang ibu yang hendak berbelanja ke pasar. Sebelum pergi anak bungsunya meminta agar ibunya sekaligus membelikan buah mangga untuknya. Ketika pulang, ternyata ibunya membeli banyak buah mangga dengan maksud agar dibagikan juga kepada saudara-saudarinya. Namun anak bungsu itu bersikeras tidak mau membagi satupun buah mangga tersebut dengan alasan dia yang memesan buah itu. Akhinya ia berniat memakan semua mangga yang dibeli dan mulai mengupas banyak mangga untuk dimakan sendiri. Karena terlalu banyak memakan buah mangga akhirnya sih anak bungsu tidak bisa menghabiskannya. Dan akibat terlalu banyak mengkonsumsi buah mangga, anak bungsu ini mengalami sakit perut. Jadi keegoisannya tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga diri sendiri.

          Rasul Paulus dalam suratnya memberikan nasehat kepada jemaat di Filipi agar tidak bersikap egoisme. Karena sikap egois hanya akan membuat persekutuan dalam jemaat menjadi hancur. Egoisme hanya akan merugikan semua pihak. Oleh karena itu Yesus Kristus sendiri telah memberikan teladan kepada kita tentang sikap tidak mementingkan diri sendiri. Yesus Kristus relah meninggalkan tahta kudus-Nya yaitu sorga mulia, dan menjadi manusia agar dapat menyelamatkan manusia berdosa. Jika Allah saja mau menyelamatkan kita yang sepantasnya binasa, bagaimana mungkin kita masih bersikap egois. Jadi buanglah sikap mementingkan diri sendiri, layanilah Tuhan dengan memperhatikan kepentingan orang lain. Bukan hanya itu saja, dahulukan orang lain di atas kepentingan kita sendiri. Pertanyaannya maukah Anda melakukannya?

Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...