Kamis, 01 Agustus 2019

Jatuh? Bangkit Lagi !


”Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya”. (Mazmur 37:24)

          Setiap manusia memiliki kelemahannya masing-masing. Oleh karena itu semua orang tentu pernah melakukan kesalahan. Apakah itu kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Ada pandangan umum yang mengatakan jika seorang perempuan jatuh maka sulit baginya untuk bangkit lagi. Tetapi jika dilihat dari beberapa kejadian yang sudah terjadi khususnya dalam kasus bunuh diri, ternyata paling banyak dilakukan oleh laki-laki. Jadi sebenarnya baik laki-laki maupun perempuan sangat rentan dengan yang namanya keputusasaan yang mengakibatkan kehancuran hidup. Mengapa banyak orang bisa menjadi putus asah dan sampai bunuh diri dengan cara yang mengenaskan? ataupun jika tidak bunuh diri, maka hidup mereka hanya terus meratapi sisah hidup dengan penyesalan. Hal ini karena mereka tidak memiliki pengharapan yang mendorong untuk bangkit dari keterpurukan.

          Saya memahami bahwa bangkit dari sebuah masalah yang sangat menyakitkan dan berkepanjangan tidaklah mudah. Kita bisa saja menyelesaikan masalah itu akan tetapi tidak bisa melupakannya. Alkitab mengatakan “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Roma 12:12). Pertanyaannya bagaimana supaya kita bisa bersukacita dalam pengharapan jika tidak ada dasar kita berharap? Yesus Kristus adalah sumber pengharapan sejati. Melalui Yesus kita mengenal Allah yang hidup, melalui Dia kita memiliki pengharapan dalam kehidupan saat ini maupun yang akan datang. “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya (1 Timotius 4:10)”. Kita bisa bangkit ketika jatuh, asalkan Kristus menjadi dasar dalam hidup. Maukah Anda percaya pada-Nya?

Soli Deo Gloria.



0 komentar:

Dí lo que piensas...