“… yang
seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati,
sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk
kamu” (1 Tesalonika 2:17).
Sebagian besar pasangan pernah mengalami
hubungan jarak jauh, entah itu antar desa/kelurahan, kota/kabupaten, antar propinsi,
atau bahkan antar Negara. Hubungan seperti ini tentu menimbulkan kerinduan yang
besar dalam diri pasangan tersebut, apalagi jika ditinggalkan sampai
bertahun-tahun lamanya. Sayapun merasakan hal yang sama dengan kekasih saya. Rasanya
jika ada pintu seperti dalam serial cerita “Doraemon”, maka setiap waktu saya
mau mengunjungi orang-orang yang saya sayangi. Tapi kenyataannya kerinduan
tetaplah kerinduan yang harus dibalut dengan kesabaran. Jika tidak ada
kesabaran dan saling pengertian, nantinya akan merusak hubungan jarak jauh
tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan komitmen yang teguh dari masing-masing
pasangan. Persoalan tentang kerinduan ini, akan menjadi keutungan atau
merugikan sebuah hubungan. Orang ketiga bisa saja memanfaatkan peluang ini
untuk mengisi kerinduan itu. Sehingga bagi pasangan yang tidak berkomitmen dengan
sungguh-sungguh maka hubungan yang sudah dibina bisa dirusak oleh orang lain.
Menurut saya hal yang wajar jika dalam sebuah
hubungan ada persoalan yang harus dihadapi. Justru hubungan yang tanpa
persoalan bisa berbahaya bagi pasangan itu, oleh karena otot-otot emosi mereka
tidak terlatih. Persoalan dalam hubungan jarak jauh tidak hanya berkaitan
tentang kerinduan yang besar untuk berjumpa, akan tetapi masalah komunikasi juga
sering menjadi pemicu dari renggangnya sebuah hubungan. Oleh karena itu
kepercayaan terhadap pasangan, komitmen, dan keterbukaan sangatlah penting. Tetapi
lebih daripada itu kasih kepada Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus menjadi
dasar dari hubungan itu. Percayalah meski rindu itu berat, tetap setialah dalam
proses itu. Karena semuanya akan berlalu dan menjadi indah pada waktu-Nya.
Salam Pejuang LDR.
Soli
Deo Gloria.


1 komentar:
Luar biasa pak Diki 👏
Dí lo que piensas...