"Namun aku hidup,
tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam
aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman
dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)
Ketertarikan
seseorang akan kebenaran mendorong orang itu bertanya dan belajar dengan lebih
mendalam mengenai firman Tuhan. Hari ini saya melihat hal tersebut melalui
seorang penjaga sekolah dan seorang guru. Saya memiliki kesempatan berdiskusi
banyak hal dengan mereka. Mereka tidak hanya tertarik membahas tentang pendidikan,
tetapi mereka juga tertarik berdiskusi tentang kehidupan orang kristen.
Saya teringat
satu kalimat penting yang mengatakan “kehidupan yang di dalamnya ada Kristus
adalah kehidupan yang sesungguhnya”. Itu berarti, ketika Kristus ada di dalam
seseorang maka hidupnya bisa menjadi model/contoh bagi banyak orang. Sebaliknya
jika hidup tidak didasari pada kebenaran ini, maka kehidupannya hanya menjadi
beban dan batu sandungan bagi orang lain. Maka penting mengetahui identitas
orang kristen sebagai garam dan terang bagi dunia. Karena dengan menerangi
kegelapan dan memberikan rasa yang berbeda pada setiap kehadiran kita, maka
nama Kristus pasti dimuliakan. Tuhan Yesus, saya berdoa dan berkomitmen untuk
tidak mempermalukan Engkau dengan menjadi celaan bagi orang lain. Melalui cara
hidup, pola berpikir, kata-kata dan juga tindakan, kiranya saya bisa membawa
perubahan ditempat saya bekerja dan melayani.
Soli Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...