“Tetapi
Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang
jahat. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada
ketabahan Kristus.” (2 Tesalonika 3:3,5)
Obat
yang paling manjur untuk meredahkan rasa rinduku padamu adalah mendoakanmu di
setiap waktu teduhku. Aku bersyukur karena masa-masa pergumulanku itu, Allah
tak pernah biarkan dan tinggalkanku. Aku memilih untuk menyerahkan semua beban batinku
dalam kehangatan pelukan-Nya. Aku memilih berdoa. Berdoa untuk pertumbuhan
imanmu dan imanku. Dan rasanya tak mau aku mengakhiri doaku karena begitu
terhibur jiwaku karena-Nya. Kekosongan dalam jiwaku diisi-Nya dengan sukacita
yang penuh. Benar kata Pemazmur “Allah menyegarkan jiwaku. Hatiku bersukacita
dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram” (Mazmur
16:9, 23:3a). Jiwaku yang penuh sukacita ini, tak akan kubiarkan tercemar
dengan kebencian, sakit hati, dendam, ataupun amarah padamu. Aku bersyukur
karena Tuhan mengijinkanku untuk setia pada komitmenku mendoakanmu. Aku juga percaya
bahwa kaupun demikian.
Inti
dari doaku bukanlah tentang kita, tetapi tentang kita dengan-Nya. Bagaimana
diriku dan dirimu semakin mencintai Kristus. Jangan sampai cintaku padamu lebih
besar daripada cintaku pada Kristus. Begitupun cintamu padaku, janganlah lebih
besar daripada cintamu pada Kristus. Manusia memang mengecewakan tetapi tidak
dengan Kristus. Manusia bisa tidak setia tetapi Allah tetap setia. Jadi kesetianku
mendoakanmu adalah karena kesetian-Nya menyertaiku.
Soli
Deo Gloria.


0 komentar:
Dí lo que piensas...