Minggu, 08 September 2019

Mendoakanmu Dalam Setiap Doaku

“Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.” (2 Tesalonika 3:3,5)

     Obat yang paling manjur untuk meredahkan rasa rinduku padamu adalah mendoakanmu di setiap waktu teduhku. Aku bersyukur karena masa-masa pergumulanku itu, Allah tak pernah biarkan dan tinggalkanku. Aku memilih untuk menyerahkan semua beban batinku dalam kehangatan pelukan-Nya. Aku memilih berdoa. Berdoa untuk pertumbuhan imanmu dan imanku. Dan rasanya tak mau aku mengakhiri doaku karena begitu terhibur jiwaku karena-Nya. Kekosongan dalam jiwaku diisi-Nya dengan sukacita yang penuh. Benar kata Pemazmur “Allah menyegarkan jiwaku. Hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram” (Mazmur 16:9, 23:3a). Jiwaku yang penuh sukacita ini, tak akan kubiarkan tercemar dengan kebencian, sakit hati, dendam, ataupun amarah padamu. Aku bersyukur karena Tuhan mengijinkanku untuk setia pada komitmenku mendoakanmu. Aku juga percaya bahwa kaupun demikian.

     Inti dari doaku bukanlah tentang kita, tetapi tentang kita dengan-Nya. Bagaimana diriku dan dirimu semakin mencintai Kristus. Jangan sampai cintaku padamu lebih besar daripada cintaku pada Kristus. Begitupun cintamu padaku, janganlah lebih besar daripada cintamu pada Kristus. Manusia memang mengecewakan tetapi tidak dengan Kristus. Manusia bisa tidak setia tetapi Allah tetap setia. Jadi kesetianku mendoakanmu adalah karena kesetian-Nya menyertaiku.

Soli Deo Gloria.

0 komentar:

Dí lo que piensas...