Selasa, 06 Agustus 2019

Jomblo Bukan Kutukan

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Raja Salomo)

          Mungkin Anda saat ini sedang bergumul tentang pasangan hidup. Atau mungkin juga Anda belum memikirkan hal ini secara serius. Tetapi meski demikian Anda harus memiliki pandangan yang benar ketikapun Anda belum memiliki pasangan hidup. Dalam hal ini keadaan Anda yang sendirian/jomblo haruslah di jalani dengan pandangan yang benar tentang status Anda. Banyak orang menganggap kondisinya yang Jomblo disebabkan karena faktor fisik atau materi. Oleh karena itu di dalam kehidupannya hal yang paling diratapi adalah bagaimana “mendesain ulang fisiknya”, atau bagaimana supaya hidupnya boleh kaya raya sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Ingat “Jomblo bukan kutukan”, ini adalah pilihan hidup Anda. Dibalik pilihan Anda itu, Allah telah menetapkan kapan Anda akan memulai sebuah hubungan dengan seseorang.

          Ada sebuah kisah yang menarik tentang hal ini, dimana ada seorang anak muda yang sangat risih dengan statusnya yang jomblo. Dia kemudian putus asah dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Anak muda ini nekat memanjat atap sebuah rumah tiga lantai dan kemudian mau menjatuhkan diri. Sebelum anak muda ini menjatuhkan diri, sudah banyak orang telah berkumpul untuk menyaksikan kejadian itu. Karena perasaan malunya dia kemudian tidak jadi menjatuhkan dirinya. Anak muda ini kemudian berbalik dan hendak turun, tetapi kejadian tak terduga terjadi, dimana dia tergelincir kemudian jatuh. Anak muda ini kemudian di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, dan akhirnya dia bisa diselamatkan. Akan tetapi anak muda ini mengalami patah tulang  yang sangat parah, yang mengakibatkan cacat permanen pada bagian kaki, tangan, dan lehernya. Memang kejadian ini sangat menyedihkan sekaligus memalukan, tetapi bisa menjadi pelajaran bahwa pemahaman yang salah tentang status jomblo, bukan hanya berakibat buruk pada kualitas kerohanian kita, tetapi juga sampai menghilangkan rasa berharga kita tentang diri sendiri. Padahal Alkitab mengatakan “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…(Yesaya 43:4a)”.

          Jika Tuhan saja menganggap Anda berharga dimata-Nya, masakan hanya karena status jomblo Anda menyia-nyiakan hidup Anda. Jomblo bukan kutukan tetapi pilihan. Percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan orang yang tepat bagi Anda. Tugas Anda adalah mendoakan hal tersebut dengan berkata kepada diri sendiri sudah siapkah saya melepaskan status jomblo saya dan tetap menjalani kehidupan yang kudus?

Soli Deo Gloria.  

1 komentar:

Kesianna Simbolon

😇😇😇

Dí lo que piensas...