“Untuk
segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Raja
Salomo)
Mungkin Anda saat ini sedang bergumul tentang pasangan
hidup. Atau mungkin juga Anda belum memikirkan hal ini secara serius. Tetapi
meski demikian Anda harus memiliki pandangan yang benar ketikapun Anda belum
memiliki pasangan hidup. Dalam hal ini keadaan Anda yang sendirian/jomblo
haruslah di jalani dengan pandangan yang benar tentang status Anda. Banyak
orang menganggap kondisinya yang Jomblo disebabkan karena faktor fisik atau
materi. Oleh karena itu di dalam kehidupannya hal yang paling diratapi adalah
bagaimana “mendesain ulang fisiknya”, atau bagaimana supaya hidupnya boleh kaya
raya sehingga bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Ingat “Jomblo bukan
kutukan”, ini adalah pilihan hidup Anda. Dibalik pilihan Anda itu, Allah telah
menetapkan kapan Anda akan memulai sebuah hubungan dengan seseorang.
Ada sebuah kisah yang menarik tentang hal ini, dimana ada
seorang anak muda yang sangat risih dengan statusnya yang jomblo. Dia kemudian
putus asah dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Anak muda ini nekat memanjat atap
sebuah rumah tiga lantai dan kemudian mau menjatuhkan diri. Sebelum anak muda
ini menjatuhkan diri, sudah banyak orang telah berkumpul untuk menyaksikan
kejadian itu. Karena perasaan malunya dia kemudian tidak jadi menjatuhkan
dirinya. Anak muda ini kemudian berbalik dan hendak turun, tetapi kejadian tak
terduga terjadi, dimana dia tergelincir kemudian jatuh. Anak muda ini kemudian
di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, dan akhirnya dia bisa
diselamatkan. Akan tetapi anak muda ini mengalami patah tulang yang sangat parah, yang mengakibatkan cacat
permanen pada bagian kaki, tangan, dan lehernya. Memang kejadian ini sangat
menyedihkan sekaligus memalukan, tetapi bisa menjadi pelajaran bahwa pemahaman
yang salah tentang status jomblo, bukan hanya berakibat buruk pada kualitas
kerohanian kita, tetapi juga sampai menghilangkan rasa berharga kita tentang
diri sendiri. Padahal Alkitab mengatakan “Oleh karena engkau berharga di
mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…(Yesaya 43:4a)”.
Jika Tuhan saja menganggap Anda berharga dimata-Nya,
masakan hanya karena status jomblo Anda menyia-nyiakan hidup Anda. Jomblo bukan
kutukan tetapi pilihan. Percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan orang yang
tepat bagi Anda. Tugas Anda adalah mendoakan hal tersebut dengan berkata kepada
diri sendiri sudah siapkah saya melepaskan status jomblo saya dan tetap
menjalani kehidupan yang kudus?
Soli
Deo Gloria.

1 komentar:
😇😇😇
Dí lo que piensas...