Minggu, 01 November 2020

Kejatuhan Manusia Dalam Dosa & Rencana Keselamatan Allah (Bacaan Kejadian 3:1-15)

I.       KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA (KEJ. 3:1-13)

 

A.     Penyebab kejatuhan manusia dalam dosa (ayat 1-8)

1.     Kompromi dengan dosa (ayat 1-5)

                   Dalam (ayat 1) kita melihat bahwa Iblis yang menyerupai ular membuka komunikasi awal dengan manusia. Ular itu pun berkata: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Band.  Kej. 2:16) Apa yang disampaikan oleh ular adalah sebuah kebohongan dan pemutar balikan kebenaran. Dan kesalahannya adalah ketika pertanyaan ular itu kemudian ditanggapi, padahal mereka sudah tahu bahwa ular tersebut telah memutarbalikan kebenaran. Pada (ayat 2-3) Perempuan pun yang pertama menanggapi pertanyaan itu dengan menjawab: Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. (Band. Kej. 2:17) Ketika mereka mulai kompromi dengan dosa atau ketidak benaran, mereka pun akhirnya terpengaruh dengan hal itu. Kompromi dengan dosa, membuat dosa mulai merusak kebenaran-kebenaran yang Allah nyatakan. Akhirnya mereka pun menambahkan kebenaran Allah dengan kebenaran mereka sendiri. Perempuan itu menambahkan bagian yang Allah sendiri tidak katakan. Pada (ayat 4) ular kembali memutar balikan kebenaran yang disampaikan Allah dengan mengatakan: Sekali-kali kamu tidak akan mati. Allah mengatakan mereka pasti mati, tapi kembali lagi kebenaran itu di putar balikan. (Band. Kej. 2:17) Dalam (ayat 5) Iblis memberikan rayuan/bujukan bahwa jika mereka (ciptaan) akan memakan buah tersebut, mereka akan jadi seperti Allah (pencipta). Hal yang paling menakutkan kita bisa lihat pada ayat ini, ketika ciptaan mau sama seperti penciptanya. Ini persis sama seperti kejatuhan pertama malaikat dari dosa, yang kemudian menjadikan dia Iblis-musuh Allah (Lih. Yes. 14:12-14). Dan selanjutnya apa yang terjadi?

 

2.     Diperdaya oleh Iblis (ayat 6)

             Dalam ayat ini kita pun melihat bahwa, akibat kompromi dengan dosa, adam dan hawa pun akhirnya diperdaya oleh iblis. Mereka kemudian memakan buah yang dilarang Allah. Melalui ayat ini juga kita bisa tahu, mengapa sering kali dosa kita sekarang dikaitkan dengan dosa adam. Bukankah yang memakan duluan adalah hawa (perempuan itu)? Kok Alkitab malah mencatatkan karena dosa Adam, maka kita semua juga ikut mewarisi dosa itu (Roma 5:12 -21)? Jawabannya karena yang pertama mendengar dan menerima firman Allah adalah adam (Kej. 2). Jadi perintah Allah disampaikan kepada Adam, agar Adam yang adalah kepala keluarga membina, mengarahkan, dan menyampaikan kebenaran Allah kepada keluarganya. Namun faktanya Adam kompromi dengan hal itu dan ia membiarkan hawa istrinya, bahkan Adam mendukung apa yang dilakukan Istrinya itu, dengan menerima dan memakan buah tersebut.      

 

B.     Konsekuensi/Akibat Dosa (7-14)

 

1.  Manusia mendapati dirinya telanjang atau kehilangan kemuliaan Allah (Ayat 7; Roma 3:23). Ketika mereka memakan buah tersebut. Mereka bukannya jadi Allah, malahan mereka mendapati diri mereka telanjang. Mereka yang sebelumnya penuh kemuliaan Allah, kini telah kehilangan kemuliaan Allah

2. Manusia terpisah dari Allah (Ayat 8; Roma 6:23a). Akibat dari dosa adalah keterpisahan dengan Allah. Sudah ada jarak yang memisahkan manusia dengan Allah. Ini yang sering disebut kematian secara rohani, yakni terpisah dengan Allah untuk selama-lamanya.

3.  Komunikasi Manusia dengan Allah menjadi tidak nyambung dan relasi antar sesama menjadi rusak (ayat 9-13)

 

II.     RENCANA KESELAMATAN ALLAH (KEJ. 3:14-15)

A. Hukuman kepada ular/iblis (ayat 14)

B. Keselamatan Allah melalui keturunan perempuan (Nubuatan tentang kedatangan Mesias – Yesus Kristus) ayat 15. Pada (ayat 15) inilah kita dapat melihat pertama kali nubuatan tentang kedatangan juruselamat kedalam dunia. Allah mengatakan bahwa Keturunan ular akan bermusuhan dengan keturunan dari perempuan. Ini berbicara tentang Penderitaan yang akan dialami Yesus kristus dan kemenangan-Nya atas maut. Nubuat tentang tumit dari keturunan perempuan akan diremukan, berbicara tentang Penderitaan dan kematian Yesus dalam karya penebusan dosa. Lalu apakah hal ini menjadi kemenangan bagi ular karena berhasil meremukan tumit Yesus atau berhasil membuat Yesus menderita dan terbunuh? Justru tidak. Yesus kemudian bangkit dari kematian. Ini menjawab nubuatan bahwa keturunan dari perempuan akan meremukan kepada ular. Artinya Yesus akan mengalahkan maut dan Iblis. Jadi kita dapat dipulihkan hubungan, relasi, dan kehidupan kita dengan Allah, jika percaya kepada Yesus.  

 

III.    KESIMPULAN

            harus sadar bahwa kita adalah manusia berdosa. Dosa memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan. Dimana dosa menjadi pemisah antara kita dengan Allah. Dosa juga merusak relasi kita dengan sesama. Karena dosa kita sedang dibayang-bayangi dengan katakutan akan penghakiman Allah yaitu maut (Roma 6;23a). Kita sedang berada dalam jalan yang menuju kepada kebinasaan. Namun karena kasih Allah yang besar maka Allah merancangkan sebuah rencana keselamatan yang digenapi-Nya dalam diri Yesus Kristus. Alkitab berkata: (Yohanes 5:24) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Alkitab juga berkata: (1 Yohanes 5:11-13) Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Pertanyaanya: Apakah kamu telah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus? Apakah Yesus ada dalam hatimu? Jika kamu sudah benar-benar percaya dan Yesus ada dalam hatimu, maukah kamu hidup berkenan kepada-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya dengan tidak lagi diperhamba dosa?

1 komentar:

Pricilia Kristin
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Dí lo que piensas...