Minggu, 05 Juli 2020

Mungkinkah Dia Orangnya?

Dalam setiap keindahan, selalu ada mata yang memandang. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Dalam setiap kasih, selalu ada hati yang menerima” (Ivan Panin – Matematikawan Rusia, 1855-1942)

 

    Semua orang bisa berbicara tentang cinta, tapi hanya sedikit orang yang memahaminya. Karena dalamnya esensi cinta, tak cukup dipahami dengan logika tapi dibutuhkan hati yang peka dan kebenaran yang membawa damai sejahtera. Dengan adanya kriteria sesuai dengan prinsip yang benar, maka mempertanyakan tentang cinta akan membawa kita pada pergumulan hati yang berserah pada sang pencipta, tapi juga perjuangan yang dilandasi oleh kasih yang mesra dan kudus.

 

    Kadang kala kita bertanya: mungkinkah dia orangnya? sebuah pertanyaan klasik dan sederhana, namun pertanyaan ini menggelisahkan banyak orang yang terlalu kuatir dengan pasangan hidupnya. Bagi saya lama atau tidaknya sebuah hubungan tidak menjamin akan hidup bersama. Karena kadang kala Tuhan mengijinkan seseorang untuk “belajar hidup” dengan orang lain, sebelum kemudian dipertemukan dengan sih dia – “orang terakhir yang berkomitmen sehidup semati “di dunia” dengan Anda”.

 

    Siapapun dia orangnya, tetap jadikan masa penantian Anda sebagai masa untuk hidup benar, kudus, setia, jujur, taat, dan produktif. “Karena cinta kuat seperti maut, maka jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya”. Bersabarlah! waktu Tuhan pasti yang terbaik dan terindah.


Soli Deo Gloria
by. I.Y.K

1 komentar:

Kesianna Simbolon

👍👍👍👍👍

Dí lo que piensas...