Semua orang bisa berbicara tentang cinta, tapi hanya
sedikit orang yang memahaminya. Karena dalamnya esensi cinta, tak cukup
dipahami dengan logika tapi dibutuhkan hati yang peka dan kebenaran yang
membawa damai sejahtera. Dengan adanya kriteria sesuai dengan prinsip yang
benar, maka mempertanyakan tentang cinta akan membawa kita pada pergumulan hati
yang berserah pada sang pencipta, tapi juga perjuangan yang dilandasi oleh
kasih yang mesra dan kudus.
Kadang kala kita bertanya: mungkinkah dia orangnya? sebuah pertanyaan klasik dan sederhana,
namun pertanyaan ini menggelisahkan banyak orang yang terlalu kuatir dengan
pasangan hidupnya. Bagi saya lama atau tidaknya sebuah hubungan tidak menjamin
akan hidup bersama. Karena kadang kala Tuhan mengijinkan seseorang untuk “belajar
hidup” dengan orang lain, sebelum kemudian dipertemukan dengan sih dia – “orang
terakhir yang berkomitmen sehidup semati “di dunia” dengan Anda”.
Siapapun dia orangnya, tetap jadikan masa penantian Anda
sebagai masa untuk hidup benar, kudus, setia, jujur, taat, dan produktif. “Karena
cinta kuat seperti maut, maka jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya”. Bersabarlah!
waktu Tuhan pasti yang terbaik dan terindah.


1 komentar:
👍👍👍👍👍
Dí lo que piensas...